Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus

 

Ketika mendengar kata “diabetes” kebanyakan orang berfikir itu adalah kencing manis atau diabetes melitus. Padahal ada jenis diabetes lainnya yaitu diabetes insipidus. Kata diabetes itu sendiri berarti banyaknya produksi urine atau kencing, kalau diabetes melitus sering kencing akibat gula darah tinggi sedangkan diabetes insipidus karena gangguan hormon.

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus

Apa itu Diabetes Insipidus ?

Penyakit Diabetes insipidus adalah meningkatnya produksi urin atau kencing seseorang yang disebabkan oleh produksi hormon ADH (antidiuretic hormone) yang menurun atau gangguan pada reseptor hormon, sebagai akibatnya ginjal tidak dapat mengatur keseimbangan air dalam tubuh dengan membuat urin lebih encer karena gagal berkonsentrasi. Hal ini menyebabkan tubuh cenderung kehilangan terlalu banyak urin dan mencoba untuk mengkompensasinya, sehingga akan membuat penderita menjadi gampang haus. diabetes insipidus adalah ADH merupakan hormon yang dihasilkan oleh hipofisis poterior (bagian belakang) yang mengatur volume darah dengan mempertahankan cairan pada tubuh.

Seperti Apa Gejala Diabetes Insipidus ?

Gejala diabetes insipidus yang paling utama adalah selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak. Anda akan selalu dihantui perasaan haus meski sudah minum banyak sekali air.

Jumlah urine yang dikeluarkan penderita diabetes insipidus tiap harinya adalah sekitar 3-20 liter, mulai dari kasus diabetes insipidus yang ringan hingga kasus yang paling parah. Kencing yang dialami penderita kondisi ini bisa sebanyak 3-4 kali per jam.

Gejala diabetes insipidus yang muncul di atas bisa mengganggu aktivitas sehari-hari maupun pola tidur Anda. Akibatnya akan muncul rasa lelah, mudah marah, dan sulit untuk berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Diabetes insipidus pada anak-anak mungkin lebih sulit untuk dikenali, apalagi anak tersebut belum bisa berkomunikasi dengan baik. Gejala diabetes insipidus yang di derita pada anak adalah:

  • Mengompol pada waktu tidur. Gejala Diabetes Insipidus
  • Mudah terusik atau marah. Gejala Diabetes Insipidus
  • Menangis secara berlebihan. Gejala Diabetes Insipidus
  • Suhu tubuh tinggi atau hipertermia.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Kehilangan selera makan. Gejala Diabetes Insipidus
  • Merasa kelelahan dan keletihan.
  • Pertumbuhan lebih lambat.

Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami dua gejala diabetes insipidus, yaitu selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak.

Apa penyebab diabetes insipidus?

Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh masalah pada kelenjar hipofisis dan/atau ginjal Anda. Normalnya, tubuh Anda dapat mengatur keseimbangan antara cairan yang Anda minum dan banyak urin yang Anda produksi. Ginjal Anda mengeluarkan cairan yang berlebih dalam bentuk urin, yang disimpan sementara dalam kandung kemih. Saat Anda sedang dehidrasi, kelenjar hipofisis Anda mengeluarkan hormon anti-diuretik (ADH) ke ginjal untuk menahan cairan dan mengurangi produksi urin. ADH, atau disebut juga vasopresin, dibuat di hipotalamus dan disimpan di kelenjar hipofisis.

Ada beberapa bentuk diabetes insipidus berdasarkan penyebabnya, seperti:

  • Diabetes insipidus sentral. Disebabkan karena kerusakan kelenjar hipotalamus atau hipofisis. Hal ini menyebabkan gangguan penyimpanan dan pengeluaran ADH. Kerusakan ini dapat terjadi akibat operasi, tumor, meningitis, kelainan genetik atau trauma kepala.
  • Diabetes insipidus nefrogenik. Biasanya disebabkan karena adanya kelainan pada tubulus ginjal (struktur pada ginjal di mana air dikeluarkan dan dipertahankan). Defek ini dapat disebabkan oleh kelainan genetik atau penyakit ginjal kronik. Terdapat beberapa obat yang dapat menyebabkan kerusakan tubulus ginjal. Obat ini misalnya lithium dan demeclocycline.
  • Diabetes insipidus gestasional. Diabetes ini terjadi selama kehamilan dan hanya sementar.
  • Polidipsia primer. Kondisi ini, disebut juga diabetes insipidus dipsogenik atau polidipsia psikogenik, yang disebabkan karena konsumsi cairan yang berlebihan. Hal ini tidak berhubungan dengan masalah produksi atau respon ADH.

Diabetes insipidus tidak menyebabkan kegagalan fungsi ginjal atau yang mengacu pada dialisis. Ginjal masih dapat menjalankan fungsi utamanya dalam memfilter darah. Namun, penderita diabetes insipidus rentan terhadap dehidrasi. Mereka perlu memastikan untuk dapat mengakses cairan yang dapat diminum. untuk minum cairan. Aktifitas fisik tertentu aman dilakukan untuk meningkatkan kesehatan. Namun, mereka membutuhkan penggantian cairan yang lebih banyak dibandingkan kebanyakan orang, terutama dalam cuaca panas. Sekian info mengenai gejala diabetes insipidus. Semoga bermanfaat bagi anda.

Gejala Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Melitus Tipe 2

Diabetes Melitus Tipe 2

 

Kenali Diabetes Melitus Tipe 2 !! Diabetes Melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah yang sangat tinggi. Sel-sel dalam tubuh manusia membutuhkan energi dari gula (glukosa) untuk bisa berfungsi dengan normal. Yang biasanya mengendalikan gula dalam darah adalah hormon insulin. Jika tubuh kekurangan insulin atau muncul resistansi terhadap insulin pada sel-sel tubuh, kadar zat gula (glukosa) darah akan meningkat drastis. Inilah yang memicu dan menjadi penyebab penyakit diabetes (diabetes melitus).

Diabetes Melitus Tipe 2

Diabetes Melitus Tipe 2

Diabetes melitus tipe 2 diduga disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Banyak pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki anggota keluarga yang juga menderita diabetes melitus tipe 2 atau masalah kesehatan lain yang berhubungan dengan diabetes, misalnya kolesterol darah yang tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi) atau obesitas. Keturunan ras Hispanik, Afrika dan Asia memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menderita diabetes melitus tipe 2. Sedangkan faktor lingkungan yang mempengaruhi risiko menderita diabetes melitus tipe 2 adalah makanan dan aktivitas fisik kita sehari-hari.

Gejala Diabetes Tipe Melitus 2

Gejala diabetes melitus bisa saja berbeda-beda pada setiap orang. Tingginya kadar glukosa dalam darah dapat menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut :

  • Sering merasa haus
  • Sering merasa lapar, bahkan setelah makan
  • Frekuensi buang air kecil (urinasi) meningkat
  • Mulut kering
  • Mual atah muntah
  • Berat badan menurun drastis
  • Kelelahan (lemah dan merasa capai)
  • Sakit kepala
  • Pandangan kabur
  • Mudah mengalami infeksi kulit
  • Luka yang lambat sembuh, walaupun hanya berupa luka gores

Hampir semua pengidap diabetes melitus merupakan diabetes melitus tipe 2. Berikut ini beberapa orang yang rentan terkena diabetes melitus tipe 2, antara lain :

  • Orang dewasa yang berusia lebih dari 40 tahun

Hal ini disebabkan pada usia tersebut produksi insulin pada pankreas cenderung menurun akibat faktor usia. Jika pada usia tersebut salah dalam memilih pola makan, maka dapat berakibat kelebihan kadar gula karena jumlah insulin yang diproduksi tubuh tidak sebanding dengan jumlah makanan yang masuk.

  • Orang yang kelebihan berat badan (obesitas)

Berdasarkan hasil sebuah survey dikatakan bahwa sekitar 80%-90% penderita diabetes melitus tipe 2 adalah mereka yang kelebihan berat badan (obesitas). Jadi pada diabetes melitus tipe 2 ini penyebabnya bukan karena makan yang manis-manis melainkan karena jumlah konsumsi yang berlebihan sehingga cadangan gula darah di dalam tubuh menumpuk. Jika kita menilik lebih jauh, pada umumnya jumlah konsumsi makan yang berlebihan disebabkan karena pergeseran gaya hidup yang serba enak tanpa memperhatikan gizi yang seimbang dan diimbangi olahraga secara teratur.

  • Perubahan perilaku gaya hidup

Orang yang kaya biasanya memiliki kebiasaan hidup kurang gerak karena semua dikerjakan oleh pembantu-pembantunya. Bahkan naik mobil saja sudah disediakan sopir pribadi yang akan menemani mereka pergi. Akibatnya tubuh mereka kurang gerak, metabolisme tubuhnya menjadi lambat, yang pada akhirnya terjadilah kegemukan dan penumpukan gula darah di dalam tubuh.

Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2

Anda dapat mencegah datangnya diabetes melitus tipe 2 dalam tubuh Anda yaitu dengan cara :

  • Diet menurunkan berat badan, jika Anda mengalami kelebihan berat badan. Melalui pengaturan pola makan yang tepat akan terhindar dari kelebihan kadar gula dalam darah.
  • Melakukan olahraga secara rutin selama 15-60 menit, minimal 3 kali dalam seminggu. Adapun olahraga yang dianjurkan yaitu : jalan kaki, renang, senam dan bersepeda. Selain mencegah kegemukan, olahraga juga dipercaya dapat membakar gula dalam darah sehingga dapat mencegah penumpukan gula dalam darah.
  • Kurangi konsumsi gula, serta hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gula seperti soft drink, permen, es krim, roti manis dan lain sebagainya. Dengan mengurangi konsumsi gula, beban kerja pankreas dalam memproduksi insulin menjadi lebih ringan.
  • Sebaiknya mendekati usia 40 tahun, Anda periksakan kadar gula darah Anda secara teratur terutama jika keluarga Anda ada silsilah keluarga menderita diabetes melitus. Dengan memeriksakan secara dini diharapkan jika terdeteksi gejala diabetes dapat segera tertangani dengan baik.

Bagi ibu hamil yang menderita diabetes melitus, disarankan untuk melakukan perawatan prenatal dini secara teratur agar dapat meningkatkan kesehatan ibu dan si bayi. Dengan mengetahui faktor risiko diabetes kehamilan dan melakukan tes screening prenatal pada usia 24 – 28 minggu kehamilan akan membantu mendeteksi diabetes gestational secara dini. Diabetes gestational sendiri merupakan komplikasi diabetes pada saat kehamilan yang dapat mengakibatkan kelahiran cacat pada bayi khususnya pada jantung dan tulang belakang. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar glukosa pada awal kehamilan yang dapat menghilangkan oksigen pada embrio.

.

Diabetes Melitus Tipe 2

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

 

Cara Mencegah Diabetes Keturunan – Diabetes adalah salah satu penyakit yang paling populer di seluruh dunia, dan sayangnya penyakit ini bisa dikatakan sebagai penyakit seumur hidup. Diabetes tidak bisa disembuhkan secara total, dan penderita harus menjaga diet agar tidak kambuh dan terjadi komplikasi. Diabetes adalah gangguan metabolisme, di mana tubuh sudah tidak mampu lagi untuk menghasilkan hormon insulin dalam  jumlah yang cukup, serta tidak mampu menggunakan insulin dengan benar. Insulin adalah hormon yang berperan sangat penting bagi tubuh untuk mengubah gula, pati, dan makanan lain menjadi energi yang digunakan tubuh. Kurangnya produksi insulin berarti tubuh akan kekurangan energi, yang bisa hadir dengan banyak komplikasi dan masalah kesehatan lainnya.

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

Oleh karena itu, lebih baik sekarang marilah Kita untuk memulai mengambil langkah-langkah preventif, sebelum diabetes benar-benar menimpa kita. Tindakan pencegahan jauh lebih mudah daripada tindakan pengobatan atau pengelolaan diabetes. Agar penyakitnya tidak kambuh, penderita harus melakukan diet ketat dan bantuan pengobatan. Sementara itu untuk pencegahan, kita hanya perlu melakukan diet dan gaya hidup yang sehat.

Diabetes mellitus merupakan penyakit keturunan, artinya jika orang tua Anda mengidap penyakit ini maka Anda mempunyai 40 % resiko terkena penyakit ini juga. Akan tetapi, faktor keturunan hanyalah salah satu dari faktor-faktor resiko lainnya. Faktor lain yang bisa menjadi penyebab diabetes mellitus adalah berat badan berlebih (kegemukan / obesitas).

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

Sebelum terlambat, berikut adalah beberapa cara mencegah diabetes keturunan :

  1. Ketahui riwayat kesehatan keluarga

Kemungkinan seseorang terkena diabetes di kemudian hari akan meningkat jika di dalam keluarga terdapat satu atau lebih anggota yang menderita diabetes.

  1. Lakukan pemeriksaan kesehatan

Salah satu cara mencegah diabetes keturunan adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan. Setiap orang yang berusia diatas 45 tahun harus memiliki jadwal rutin pemeriksaan kadar gula darah setiap 3 tahun sekali. Namun, jika seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi, pemeriksaan rutin harus dimulai pada usia lebih dini.

  1. Tetap aktif secara fisik

Olahraga teratur bisa membantu mencegah penyakit diabetes dengan mengontrol berat badan dan meningkatkan aliran darah. Olahraga sangat penting terutama jika secara genetik seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi.

  1. Makanlah diet yang seimbang

Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya penurunan kemampuan tubuh dalam memproduksi ataupun menggunakan insulin untuk mengubah gula menjadi energi, sehingga penting untuk membatasi jumlah gula dan karbohidrat yang dikonsumsi.

  1. Pertahankan berat badan yang sehat

Cara mencegah diabetes keturunan sejak dini dengan menjaga berat badan yang sehat. Sebagian besar orang yang didiagnosis diabetes (biasanya tipe 2) memiliki berat badan lebih. Kelebihan berat dan lemak tubuh akan meningkatkan risiko terkena diabetes.

  1. Sarapan sangat penting

Tidak peduli seberapa bencinya Anda pada sarapan, sangat penting untuk sarapan setiap hari. Hal itu merupakan cara mencegah diabetes keturunan dan mengurangi resiko terkena penyakit diabetes. Makan sarapan yang sehat tidak hanya membantu mengontrol nafsu makan, tetapi juga membantu mengontrol konsumsi kalori.

  1. Minum air kelapa segar

Minuman ini sering direkomendasikan oleh para ahli untuk pasien diabetes bila dikonsumsi dalam jumlah tidak terlalu banyak. Air kelapa alami yang kaya elektrolit akan meningkatkan energi dan sodium secara alami.

  1. Hindari makanan berlemak

Junk food dan makanan yang biasa Anda beli di jalan umumnya tinggi lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh. Ini pada gilirannya juga dapat mempengaruhi tingkat gula darah dalam tubuh. Jadi, hindari junk food dan makanan berlemak lainnya untuk langkah atau cara mencegah diabetes keturunan.

  1. Hindari minuman manis

Soda, minuman ringan atau berperasa dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Semua minuman berpemanis merupakan sumber gula yang tak terlihat, yang dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Cara Mencegah Diabetes Keturunan

  1. Makan banyak sayuran

Daging memang lezat, namun Anda tidak harus memakannya setiap hari, karena dapat menimbulkan risiko diabetes. Dengan demikian, perbanyak konsumsi sayuran setiap hari.

  1. Hindari stress

Stres yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Jadi, kurangi tingkat stres dengan berlatih yoga, meditasi atau latihan pernapasan sebagai cara mencegah diabetes keturunan. Cara Mencegah Diabetes Keturunan

  1. Tidur nyenyak

Mendapatkan setidaknya enam jam tidur di malam hari sangat penting sebagai upaya atau cara mencegah diabetes keturunan. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh, yang dapat meningkatkan tingkat insulin dan menyebabkan ketidakseimbangan gula darah. Selain itu, tidur yang tidak nyenyak juga bisa membuat nafsu makan menggila.

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Melitus Dan Komplikasinya

Diabetes Melitus Dan Komplikasinya

 

Diabetes Melitus  yang tidak terkelola dengan baik dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai gangguan (komplikasi).  Kadar glukosa darah yang tinggi secara terus-menerus selama bertahun-tahun pada akhirnya merusak organ-organ tubuh. Hampir seluruh organ tubuh dapat terpengaruh oleh diabetes kronis: jantung, pembuluh darah, ginjal, mata, sistem saraf, dll.

Diabetes Melitus Dan Komplikasinya

Diabetes Melitus Dan Komplikasinya

Penyebab penyakit diabetes melitus biasanya karena hasil insuli tidak cukup untuk mengakomodasi kadar gula dan sel-sel tubuh tidak merespon insulin. Dan ini biasanya terjadi karena kandungan lemak yang besar dalam tubuh tidak sempurna karena kurangnya aktivitas setiap hari. Penyebab lainya biasanya dikarenakan:

  • Kurangnya insulin karena virus atau faktor gizi pada saat anak-anak tidak memadai.
  • Pengaruh genetik atau keturunan
  • Terjadinya obesitas
  • Tingginya kadar kortikosteroid
  • Adanya kehamilan yang membuat kurangnya kadar insulin dalam darah
  • Tubuh racun yang mempengaruhi kinerja insulin

Banyaknya glukosa membuat tubuh menderita banyak penyakit. Penderita penyakit diabetes harus menjaga kestabilan kadar gula darah agar komplikasi diabetes tidak terjadi. Komplikasi penyakit diabetes melitus sangat mungkin menyerang organ-organ tubuh di bawah ini :

  • Kulit

Komplikasi penyakit diabetes melitus biasanya menyerang kulit. Infeksi yang disebabkan oleh jamur dan bakteri adalah hal utama pada komplikasi diabetes melitus yang menyerang kulit. Rasa gatal juga sering timbul akibat adanya penyakit gula dan hal-hal ini diakibatkan oleh adanya sirkulasi darah yang buruk. Komplikasi diabetes yang menyerang kulit atau yang biasa disebut diabetes dermopathy ditandai dengan adanya bercak merah kecoklatan pada kulit. Komplikasi diabetes ini biasanya terjadi pada mereka yang telah mengidap diabetes selama 10 hingga 20 tahun.

  • Tulang

Tahukah Anda bahwa kepadatan tulang dapat dipengaruhi oleh adanya penyakit gula tipe 1? Tidak hanya kepadatan tulang, resiko terjadinya fraktur atau patah tulang juga sangat tinggi bagi penderita diabetes melitus. Sedangkan diabetes melitus tipe 2 sepertinya terhindar dari adanya osteoporosis. Untuk mencegah terjadinya pengurangan kepadatan tulang, penderita diabetes melitus tipe 1 dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin D atau diet yang tinggi kalsium.

  • Ginjal

Ketika insulin tidak diproduksi maka glukosa tidak akan diubah menjadi glikogen sebagai energi, hasilnya adalah glukosa akan terus beredar di pembuluh darah. Sebagai alat filter dalam tubuh, ginjal berfungsi untuk menyaring terlalu banyak darah. Gula dalam darah yang terlalu banyak tentu saja memperkeras kerja ginjal. Kerja keras ginjal yang terus menerus dapat membuat ginjal berhenti untuk bekerja suatu saat nanti.

  • Mata

Kadar gula darah yang tidak stabil dapat menyebabkan kerusakan pada organ mata. Kadar gula darah yang kerap kali berubah-ubah dapat menyebabkan masalah keseimbangan cairan pada lensa mata. Lensa mata bisa saja menyerap terlalu banyak cairan yang dapat membuat mata membesar dan membuat penglihatan menjadi kabur. Saraf mata dan pembuluh darah yang mengirimkan darah ke retina juga dapat rusak akibat adanya diabetes. Selain glaukoma dan katarak, diabetes juga dapat menyebabkan kebutaan.

  • Tekanan darah

Penyakit diabetes melitus dapat mengakibatkan masalah pada jantung yang disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi. Resiko terhadap stroke menjadi dua kali lipat dalam lima tahun sejak seseorang divonis mengidap diabetes mellitus tipe 2. Penyakit diabetes menyebabkan terjadinya sirkulasi darah yang buruk sehingga mempengaruhi tekanan darah dan gangguan pada jantung.

  • Kaki

Pasti Anda sering mendengar bahwa seorang penderita diabetes harus diamputasi kakinya. Infeksi pada kaki sering kali membuat para penderita penyakit diabetes terpaksa merelakan kakinya. Infeksi pada kaki ini disebabkan oleh adanya sirkulasi darah yang buruk. Aliran darah ke kaki sering kali terganggu yang akhirnya menimbulkan penyakit pembuluh darah perifer pada kaki. Pembuluh darah ini menyempit karena adanya timbunan lemak. Namun, penderita penyakit diabetes melitus tidak dapat merasakan sakit atau panas akibat penyempitan ini. Yang terjadi adalah infeksi telah berkembang tanpa disadari oleh penderita.

Diabetes Melitus Dan Komplikasinya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Diabetes Tipe 1

Penyebab Diabetes Tipe 1

 

Penyebab Diabetes Tipe 1 – Diabetes adalah penyakit kronis (menahun) yang terjadi ketika pankreas (kelenjar ludah perut) tidak memproduksi cukup insulin, atau ketika tubuh tidak secara efektif  menggunakan insulin. Sedangkan diabetes tipe 1 sendiri termasuk jenis diabetes dengan produksi insulin yang rendah. Oleh karena itu diabetes tipe 1 disebut juga  diabetes ketergantungan insulin, atau dikenal dengan istilah penyakit autoimun diabetes dengan penyebab yang belum diketahui pasti.

Penyebab Diabetes Tipe 1

Penyebab Diabetes Tipe 1

Kadar gula dalam darah biasanya dikendalikan oleh hormon insulin. Jika tubuh kurang insulin, kadar gula darah akan meningkat drastis akibat terjadinya penumpukan, ini yang disebut hiperglikemia. Inilah yang terjadi saat seseorang menderita diabetes mellitus tipe 1.

Gejala umum diabetes pada awal penyakit, yang juga dikenal dengan gejala klasik di kalangan medis, adalah sering kencing (polyuria), sering haus (polydipsia) dan sering lapar (polyphagia). Gejala-gejala ini akan berkembang dan memburuk seiring dengan tidak terkontrolnya kadar gula yang sangat tinggi dalam darah (hiperglikemia) sehingga merusak jaringan dan organ-organ tubuh, dan berkomplikasi.

Tanpa insulin, gula dalam darah tidak dapat masuk dan digunakan oleh sel-sel tubuh. Akhirnya tubuh akan mengolah lemak dan otot menjadi energi sehingga menyebabkan penurunan berat badan. Ini dapat mengakibatkan kondisi akut yang disebut ketoasidosis diabetik , yaitu kondisi di mana darah menjadi terlalu asam dan terjadinya dehidrasi yang membahayakan.

Apa saja Penyebab Diabetes Tipe 1 ?

Berikut beberapa penyebab diabetes tipe 1, antara lain :

  1. Kurangnya Aktivitas Fisik

Penyebab diabetes tipe 1 yang pertama yaitu karena kurang melakuka aktifitas. Kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor cukup besar untuk seseorang mengalami kegemukan dan melemahkan kerja organ-organ vital seperti jantung, liver, ginjal dan juga pankreas. Lakukan olahraga secara teratur minimal 30 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu.

  1. Pola Makan Yang Buruk

Makanan adalah penyebab diabetes tipe 1 pada umumnya dan makanan adalah sumber dari penyakit tersebut. Bagi anda yang gemar dalam mengkomsumsi makanan yang berlemak tinggi anda harus berhati-hati karena makanan yang mengandung lemak tinggi selain bisa membuat tubuh seseorang menjadi gemuk makanan tersebut juga bisa membuat kadar gula darah didalam tubuh menjadi meningkat dan melebihi batas normalnya sehingga anda bisa terkena penyakit diabetes atau kencing manis.

  1. Kecanduan rokok

Penyebab diabetes tipe 1 yaitu rokok. Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup atau lifestyle tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.

  1. Keturunan atau Faktor Genetik

Faktor penyebab diabetes tipe 1 yang lainnya adalah keturunan, bagi orang tua yang mengalami penyakit diabetes bisa menurunkan pada anaknya. Jadi jika orang tua anda menderita penyakit diabetes anda harus selalu waspada karena kemungkinan besar penyakit ini bisa menurun pada anda.

  1. Stres Dalam Jangka Waktu Lama

Stres juga merupakan penyebab diabetes tipe 1. Kondisi setres berat bisa mengganggu keseimbangan berbagai hormon dalam tubuh termasuk produksi hormon insulin. Disamping itu setres bisa memacu sel-sel tubuh bersifat liar yang berpotensi untuk seseorang terkena penyakit kanker juga memicu untuk sel-sel tubuh menjadi tidak peka atau resiten terhadap hormon insulin. Belajarlah untuk berpola hidup santai walau dalam keadaan serius.

  1. Kurang Tidur

Penyebab diabetes tipe 1 yaitu kurang tidur. Gaya hidup seperti pola & kualitas tidur yang tidak baik juga bisa memicu timbulnya diabetes. Penelitian menunjukkan, kurang tidur akan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk memetabolisme gula dengan benar, karena menurunkan kadar insulin dalam tubuh kita. Selain itu, masih ada efek buruk lainnya yang bisa kamu simak di sini.

  1. Obesitas

Penyebab diabetes tipe 1 karena kelebihan berat badan. Hati – hati untuk anda yang memiliki berat badan lebih, jika anda terkena obesitas anda juga semakin mudah terserang penyakit diabetes mellitus. Kurangi berat badan anda dan mulai hidup sehat dengan makan yang sehat dan olahraga yang teratur.

Lakukan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit diabetes. Pola makan sehat dan seimbang serta olahraga teratur terbukti dapat menurunkan kadar gula darah bagi penderita diabetes. Berhenti merokok juda dapat mengurangi risiko komplikasi penyakit jantung.

Penyebab Diabetes Tipe 1

Posted in Diabetes gestasional, Diabetes insipidus, Diabetes melitus, Diabetes tipe 1, Diabetes tipe 2, Gejala diabetes, Jenis diabetes, Mencegah diabetes melitus, Obat diabetes melitus, Penyebab diabetes | Leave a comment

Diabetes Insipidus Pada Anak

Diabetes Insipidus Pada Anak

 

Waspadai Diabetes Insipidus Pada Anak !! Diabetes insipidus dapat terjadi pada siapa saja termasuk anak-anak. Diabetes Insipidus adalah suatu kelainan dimana terdapat kekurangan hormon antidiuretik yang menyebabkan rasa haus yang berlebihan (polidipsi) dan pengeluaran sejumlah besar air kemih yang sangat encer (poliuri).Diabetes insipidus terjadi akibat penurunan pembentukan hormon antidiuretik (vasopresin), yaitu hormon yang secara alami mencegah pembentukan air kemih yang terlalu banyak.

Diabetes Insipidus Pada Anak

Diabetes Insipidus Pada Anak

Hormon ini unik, karena dibuat di hipotalamus lalu disimpan dan dilepaskan ke dalam aliran darah oleh hipofisa posterior. Diabetes insipidus juga bisa terjadi jika kadar hormon antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini (keadaan ini disebut diabetes insipidus nefrogenik).

Ada dua macam diabetes insipidus, yaitu :

  • Diabetes insipidus sentralis, dimana terjadi penurunan pembentukan hormon antidiuretik atau vasopresin. Diabetes Insipidus Pada Anak
  • Diabetes insipidus nefrogenik, dimana kadar hormon antidiuretik normal tetapi ginjal tidak memberikan respon yang normal terhadap hormon ini.

Ciri Diabetes Insipidus Pada Anak

Pada anak-anak yang masih sangat muda yang belum bisa berbicara, mungkin sulit bagi Anda untuk menyadari bahwa mereka merasa haus. Tanda dan ciri diabetes insipidus pada anak adalah meliputi:

  • Menangis berlebihan
  • Sifat lekas marah
  • Pertumbuhan lebih lambat yang diharapkan
  • Suhu tubuh tinggi (hipertermia)
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Rewel
  • Diare
  • Muntah
  • Demam
  • Kulit kering

Penyebab Diabetes Insipidus Pada Anak

Diabetes insipidus sentral. Penyebab diabetes insipidus sentral pada orang dewasa biasanya kerusakan pada kelenjar hipofisis atau hipotalamus, paling sering karena operasi, tumor, penyakit (seperti meningitis), peradangan atau cedera kepala. Untuk anak-anak, penyebabnya sering kali adalahkelainan genetik bawaan. Dalam beberapa kasus penyebabnya tidak diketahui. Kerusakan ini mengganggu produksi, penyimpanan dan pelepasan ADH normal. Diabetes Insipidus Pada Anak

Diabetes insipidus nefrogenik. Diabetes insipidus nefrogenik terjadi ketika ada kerusakan pada tubulus ginjal – struktur dalam ginjal yang menyebabkan air dibuang atau diserap. Cacat ini membuat ginjal tidak dapat merespon ADHdenganbenar. Cacatini mungkin disebabkan olehkelainanbawaan (genetik) atau gangguan ginjal kronis. Obat-obatan tertentu, seperti lithium dan demeclocycline (antibiotik tetrasiklin), juga dapat menyebabkan diabetes insipidus nefrogenik.

Pengobatan Diabetes Insipidus Pada Anak

Diabetes insipidus pada anak diobati dengan mengatasi penyebabnya :

  • Vasopresin atau desmopresin asetat (dimodifikasi dari hormon antidiuretik) bisa diberikan sebagai obat semprot hidung beberapa kali sehari untuk mempertahankan pengeluaran air kemih yang normal.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi obat ini bisa menyebabkan penimbunan cairan, pembengkakan dan gangguan lainnya.
  • Suntikan hormon antidiuretik diberikan kepada penderita yang akan menjalani pembedahan atau penderita yang tidak sadarkan diri.
  • Kadang diabetes insipidus bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang merangsang pembentukan hormon antidiuretik, seperti klorpropamid, karbamazepin, klofibrat dan berbagai diuretik (tiazid). Tetapi obat-obat ini tidak mungkin meringankan gejala secara total pada diabetes insipidus yang berat. Diabetes Insipidus Pada Anak

Diabetes insipidus tidak menyebabkan kegagalan fungsi ginjal atau yang mengacu pada dialisis. Ginjal masih dapat menjalankan fungsi utamanya dalam memfilter darah. Namun, penderita diabetes insipidus rentan terhadap dehidrasi. Mereka perlu memastikan untuk dapat mengakses cairan yang dapat diminum. untuk minum cairan. Aktifitas fisik tertentu aman dilakukan untuk meningkatkan kesehatan. Namun, mereka membutuhkan penggantian cairan yang lebih banyak dibandingkan kebanyakan orang, terutama dalam cuaca panas. Diabetes Insipidus Pada Anak

Pencegahan Diabetes Insipidus Pada Anak

Pencegahan diabetes insipidus pada anak adalah dengan mengkonsumsi suplemen yang baik untuk kesehatan tubuh Anda. Ada banyak suplemen kesehatan yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen kesehatan S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit kronis. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

s-lutena-obat-diabetesMengapa harus S.Lutena ? Peranan S.Lutena dapat membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit mata dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam S-Lutena yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh. SLutena ini merupakan pilihan terbaik bagi masyarakat modern yang ingin menjaga kesehatan dan keseimbangan nutrisi setiap hari.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Diabetes Insipidus Pada Anak

Posted in Diabetes gestasional, Diabetes insipidus, Diabetes melitus, Diabetes tipe 1, Diabetes tipe 2, Gejala diabetes, Jenis diabetes, Mencegah diabetes melitus, Obat diabetes melitus, Penyebab diabetes | Leave a comment

Gejala Awal Diabetes Melitus

Gejala Awal Diabetes Melitus

 

Banyak orang yang tak sadar bahwa dirinya terkena penyakit diabetes melitus atau kencing manis, begitu datang berobat ternyata diabetes sudah parah bahkan disertai dengan komplikasi. Hal ini terjadi karena mereka tidak dapat mengenali dengan baik apa saja gejala diabetes melitus di awal mulanya penyakit itu. Hal ini jangan sampai terjadi lagi.

Gejala Awal Diabetes Melitus

Gejala Awal Diabetes Melitus

Oleh karena itu, kita harus waspada dan mengamati setiap yang terjadi pada tubuh kita, dalam hal ini mengenai gejala awal diabetes melitus. Karena penanganan di awal akan memberikan hasil terbaik jika dibandingkan ketika sudah parah atau bahkan sudah muncul berbagai komplikasi seperti gagal ginjal, kebutaan, darah tinggi, dan lain-lain. Dalam beberapa kasus mengenali gejala awal diabetes melitus memang sulit karena begitu ringannya gejala awal diabetes melitus yang muncul hingga tak disadari. Bahkan, berdasarkan penelitian sekitar sepertiga dari semua orang yang memiliki diabetes melitus tipe 2 tidak tahu bahwa mereka memilikinya. Ini yang akan mempersulit pengobatan komprehensif yang diperlukan.

Nah, sekarang kita sudah saatnya kita mengenali dan mewaspadai gejala awal diabetes melitus. Berikut beberapa Gejala Awal Diabetes Melitus yang harus di waspadai antara lain :

  1. Sering merasa haus

Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan peningkatan produksi urin yang tinggi did dalam tubuh dan kebutuhan untuk buang air kecil semakin lebih sering. Karena sering buang air kecil inilah yang menyebabkan anda kehilangan cairan dan mengalami dehidrasi. Akibatnya, mulut anda kering dan sering merasa haus. Gejala awal diabetes melitus

  1. Sering buang air kecil

Tanda gejala awal diabetes melitus yaitu sering buang air kecil atau poliuri. Ketika ada kelebihan glukosa di dalam darah, ginjal bereaksi dengan menyiram glukosa dari dalam darah dan ke dalam urin. Hal ini menyebabkan produksi urin menjadi lebih banyak dan kebutuhan untuk buang air menjadi lebih sering.

  1. Berat badan turun secara tiba-tiba

Diungkapkan oleh Daniel Einhorn, Direktur medis dari Scripps Whittier Diabetes Institute, orang yang terkena diabetes, sel-sel didalam tubuhnya tidak cukup untuk mendapatkan glukosa dan hal ini dapat menyebabkan penurunan berat badan. Buang air kecil terlalu sering karena diabetes pun memicu anda kehilangan banyak air dan kalori, ini juga menjadi penyebab penurunan berat badan.  Gejala Awal Diabetes Melitus

  1. Cepat merasa lapar

Menurut Fernando Ovalle, Direktur University of Alabama, orang dengan diabetes biasanya mengalami resistensi insulin, yang berarti tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan baik untuk membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh. Pada orang penderita diabetes tipe 2, insulin tidak bekerja dengan baik di otot, lemak dan jaringan yang lain, sehingga pankreas (organ yang membuat insulin) bekerja lebih ekstra dan mencoba untuk mengeluarkan lebih banyak insulin dan hal ini menyebabkan tingkat insulin menjadi lebih tinggi dari yang seharusnya. Gejala Awal Diabetes Melitus

  1. Kaki mati rasa (kesemutan)

Menurut Ovalle, seiring berjalannya waktu, kontak yang terlalu lama yang diakibatkan kadar gula darah yang tinggi, ternyata dapat merusak saraf di seluruh tubuh. Kondisi ini sering disebut dengan neuropati diabetes. Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala ini, namun yang paling umum adalah rasa mati rasa, kesemutan dan nyeri yang timbul. Gejala awal diabetes melitus ini biasanya diawali dari kaki kemudian baru ke bagian tubuh bagian atas. Secara umum, diabetes tipe 2 diderita oleh orang yang berumur 25 tahun atau lebih, namun ternyata gejala ini dapat juga terjadi pada mereka yang terkena pradiabetes.

  1. Sering terjadi infeksi

Ketika kadar gula darah anda tinggi, maka bakteri akan cepat dan mudah berkembang biak. Menurut Einhorn, wanita yang mengidap diabetes tipe 2 akan lebih rentan terhadap infeksi vagina. Infeksi umum dari gejala awal diabetes melitus juga bisa menyerang kaki termasuk kulit, pembuluh darah dan saraf. Gejala awal diabetes melitus

  1. Pandangan mata kabur

Lensa mata merupakan salah satu selaput atau membran yang fleksibel yang dikendalikan oleh otot-otot. Otot-otot inilah yang mengubah bentuk lensa agar mata dapat fokus. Pada penderita diabetes dimana kadar gula darah tinggi, ini mempengaruhi kemampuan lensa untuk menekuk atau berubah. Meskipun lensa tidak rusak, tetapi otot-otot mata harus bekerja lebih keras untuk bisa memfokuskan mata. Penglihatan mata kabur terjadi ketika ada perubahan yang cepat didalam gula darah (dari rendah ke tinggi atau tinggi ke rendah), dan otot mata belum dapat menyesuaikan. Gejala awal diabetes melitus

  1. Luka sukar sembuh

Sama dengan sering terjadi infeksi, maka akan memakan waktu lama bagi luka pada penderita diabetes untuk sembuh. Tingkat glukosa yang tinggi mempengaruhi kinerja sel-sel darah putih  yang bertanggung jawab untuk proses penyembuhan luka menjadi tidak berfungsi dengan baik. Gejala awal diabetes melitus

  1. Cepat merasa lelah

Waspadai jika Anda cepat merasa lelah karena bisa jadi itu merupakan gejala awal diabetes melitus. Cepat merasa lelah diakibatkan karena ketidakseimbangan kadar glukosa darah dengan jumlah dan efektivitas insulin yang tersebar. Pada diabetes tipe 1, kadar glukosa darah menjadi tinggi walaupun kadar insulin mencukupi dan pada diabetes tipe 2, insulin tidak bekerja dengan efektif. Untuk memberikan energi pada tubuh, maka dibutuhkan insulin untuk mengangkut glukosa dari dalam darah ke sel-sel tubuh yang akan digunakan sebagai sumber energi. Ketika insulin tidak dapat bekerja secara efektif, itu berarti gula tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh karena itulah sel-sel tubuh tidak dapat menerima energi yang dibutuhkan. Sebagai hasilnya, tubuh merasa cepat lelah.

  1. Kulit kering dan gatal

Gejala awal diabetes melitus lainnya yaitu kulit terasa kering dan gatal. Kulit kering dapat terjadi sebagai akibat dari kadar glukosa yang tinggi. Ketika kadar glukosa tinggi, maka tubuh akan berusaha untuk menghilangkan kelebihan glukosa dari dalam darah dengan cara meningkatkan prdouksi urin sehingga muncul gejala sering buang air kecil. Karena sering kehilangan cairan tubuh inilah yang menyebabkan kulit menjadi kering. Kulit kering juga dapat disebabkan oleh neuropati (kerusakan saraf) yang mempengaruhi kelenjar yang memproduksi keringat. Akibat kerusakan ini maka produksi keringat akan menurun dan menyebabkan kulut kering, pecah-pecah. Perlu anda ketahui bahwa udara kering dan mandi dengan air panas dapat memperburuk kulit kering anda. Umumnya, kekeringan kulit ini berhubungan erat dengan gangguan kulit juga seperti gatal, pecah-pecah dan mengelupas. Apabila terjadi gatal dan anda menggaruknya, ini akan menimbulkan infeksi pada kulit. Gejala awal diabetes melitus

Gejala Awal Diabetes Melitus

Posted in Diabetes melitus, Diabetes tipe 1, Diabetes tipe 2, Gejala diabetes, Jenis diabetes, Mencegah diabetes melitus, Obat diabetes melitus, Penyebab diabetes | Leave a comment

Pencegahan Diabetes Insipidus

Pencegahan Diabetes Insipidus

 

Bagaimana cara pencegahan diabetes insipidus ? Diabetes insipidus adalah kondisi yang menyebabkan seringnya frekuensi buang air kecil dan rasa haus yang berlebihan. Diabetes insipidus dapat membuat tidur malam Anda terganggu dan dapat menyebabkan mengompol. Gejalanya mirip dengan diabetes melitus namun penyebabnya berbeda. Diabetes melitus disebabkan karena masalah insulin dan kadar gula darah yang tinggi sedangkan diabetes insipidus dipengaruhi kerja ginjal Anda terhadap urin. Keduanya tidak berhubungan.

Pencegahan Diabetes Insipidus

Pencegahan Diabetes Insipidus

Tanda yang paling sering terjadi pada pasien diabetes insipidus yaitu seringnya frekuensi buang air kecil dan rasa haus yang berlebihan. Gejala lain dapat berupa:

  • Urin tampak encer dan pudar
  • Sering kencing saat malam hari
  • Mengompol

Beberapa gejala dan tanda pada bayi dan anak yaitu:

  • Demam, muntah atau diare
  • Popok basah yang tidak biasa
  • Pertumbuhan yang terlambat
  • Penurunan berat badan
  • Rewel tidak beralasan atau terus menangis
  • Kulit kering dan anggota gerak teraba dingi

Diabetes insipidus jarang terjadi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan. Penyakit ini dapat terjadi di semua usia. Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risikonya. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Pencegahan Diabetes Insipidus

Berikut adalah cara sederhana yang bisa kita lakukan untuk pencegahan diabetes insipidus, yaitu :

  1. Cek kesehatan tubuh kita

Pencegahan diabetes insipidus dengan melakukan pemeriksaan kesehatan. Setiap orang yang berusia diatas 45 tahun harus memiliki jadwal rutin pemeriksaan kadar gula darah setiap 3 tahun sekali. Namun, jika seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi, pemeriksaan rutin harus dimulai pada usia lebih dini.

  1. Ubah pola makan kita

Pencegahan diabetes insipidus dengan pola makan yang sehat. Ubah pola makan kita menjadi pola makan yang lebih sehat, perbanyaklah makan-makanan sayur serta buah yang kaya akan serat. Kurangi makan-makanan instant siap saji yang banyak mengandung bahan kimia dan pengawet.

  1. Perbanyak aktifitas (olahraga)

Pencegahan diabetes insipidus dengan berolahraga. Olahraga teratur bisa membantu mencegah diabetes dengan mengontrol berat badan dan meningkatkan aliran darah. Olahraga sangat penting terutama jika secara genetik seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi. Dengan melakukan aktifitas fisik dapat membantu tubuh untuk meningkatkan sensitivitas hormone insulin yang dapat membantu menjaga kenormalan kadar gula darah.

  1. Diet sehat

Pencegahan diabetes insipidus dengan diet sehat. Bagi Anda yang memiki berat badan berlebih lakukan diet yang sehat agar terhindar dari penyakit diabetes. Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya penurunan kemampuan tubuh dalam memproduksi ataupun menggunakan insulin untuk mengubah gula menjadi energi, sehingga penting untuk membatasi jumlah gula dan karbohidrat yang dikonsumsi.

  1. Jangan merokok

Pencegahan diabetes dengan tidak merokok. Merokok dapat membuat kemampuan tubuh kita untuk memanfaatkan hormon pengatur gula darah tetap normal menjadi berkurang, sehingga dapat memicu penyakit diabetes, selain itu rokok juga dapat menyebabkan penyakit jantung dan juga kanker paru-paru.

  1. Hindari stress

Stres yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Jadi, kurangi tingkat stres dengan berlatih yoga, meditasi atau latihan pernapasan untuk pencegahan diabetes insipidus.

  1. Tidur nyenyak

Mendapatkan setidaknya enam jam tidur di malam hari sangat penting untuk pencegahan diabetes insipidus. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh, yang dapat meningkatkan tingkat insulin dan menyebabkan ketidakseimbangan gula darah. Selain itu, tidur yang tidak nyenyak juga bisa membuat nafsu makan bertambah.

Nah, selain cara pencegahan diabetes insipidus di atas, pencegahan diabetes insipidus lainnya adalah dengan mengkonsumsi suplemen yang baik untuk kesehatan tubuh Anda. Ada banyak suplemen kesehatan yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen kesehatan S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit kronis. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

s-lutena-obat-diabetesMengapa harus S.Lutena? Peranan S.Lutena dapat membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit mata dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam S-Lutena yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh. SLutena ini merupakan pilihan terbaik bagi masyarakat modern yang ingin menjaga kesehatan dan keseimbangan nutrisi setiap hari.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Pencegahan Diabetes Insipidus

Posted in Diabetes gestasional, Diabetes insipidus, Diabetes melitus, Diabetes tipe 1, Diabetes tipe 2, Gejala diabetes, Jenis diabetes, Mencegah diabetes melitus, Obat diabetes melitus, Penyebab diabetes | Leave a comment

Jenis Diabetes Melitus

Jenis Diabetes Melitus

 

Penyakit diabetes/ kencing manis merupakan penyakit gangguan metabolik yang di akibatkan oleh gangguan produksi insulin dan gangguan fungsi insulin. Akibatnya adalah kadar gula darah menjadi meningkat drastis. Untuk mengurangi peningkatan kadar gula darah tersebut, maka pengobatan medis ataupun non medis pun dilakukan.

Jenis Diabetes Melitus

Jenis Diabetes Melitus

Penting bagi semua orang untuk tahu gejala awal penyakit diabetes, baik untuk yang berisiko maupun yang dalam keadaan sehat saja. Usia muda maupun tua dapat mengalami penyakit ini. Perlu anda ketahui jika diabetes mellitus ada 4 jenis. Jika anda tertarik untuk mengetahui 4 jenis diabetes melitus tersebut, maka anda bisa membaca artikel berikut

Apa saja jenis diabetes melitus ?

Dari hasil penelitian ditemukan bahwa setidaknya ada 4 macam jenis diabetes mellitus yang perlu diwaspadai. Berikut ini merupakan 4 macam jenis diabetes melitus tersebut:

  • Diabetes Melitus Tipe 1

Jenis diabetes melitus yang pertama adalah DM tipe 1. DM tipe 1 ini bisa dikatakan salah satu jenis DM yang berbahaya. Karena penyakit ini terjadi disebabkan kerusakan organ pankreas. Tidak mudah untuk mengatasi penyakit DM tipe 1 ini. Karena penyakit DM tipe 1 ini bisa dikatakan sebagai penyakit yang permanen.

Penderita penyakit DM tipe 1 ini kebanyakan anak-anak dan juga orang dewasa yang berumur kurang dari 30 tahun. Penderita DM tipe 1 harus selalu rutin mendapatkan suntikan hormon insulin untuk mencegah penyakit semakin memburuk. Semua itu dikarenakan organ pankreas sudah tidak dapat lagi memproduksi hormon insulin.

  • Diabetes Melitus Tipe 2

Jenis diabetes mellitus yang kedua adalah DM tipe 2. DM tipe 2 ini adalah jenis diabetes melitus yang paling banyak diderita orang. Penyakit ini kebanyakan menyerang orang dewasa berumur lebih dari 30 tahun dan juga lansia. Penyebab utama penyakit ini adalah gaya hidup yang salah. Karena itu, salah satu cara mengatasi jenis diabetes melitus ini adalah mulai menggunakan gaya hidup sehat. Rajin berolahraga dan mengatur pola makan adalah jalan untuk lepas dari penyakit DM tipe 2 ini.

  • Diabetes Melitus Gestasional

Wanita hamil juga bisa menderita jenis diabetes melitus ini. Karena kemungkinan besar seorang wanita yang sedang hamil juga akan mengalami kelebihan berat badan. Namun demikian, penyakit diabetes melitus gestasional ini jauh lebih mudah diatasi dibandingkan dengan jenis diabetes melitus lainnya. Karena biasanya setelah melahirkan, kadar gula darah akan kembali normal jika penderita rutin melakukan olahraga dan menjaga pola makannya kembali. Jenis Diabetes Melitus

  • Diabetes Melitus Sekunder

Selain DM tipe 1, diabetes melitus sekunder juga merupakan jenis diabetes melitus yang berbahaya. Karena penyakit DM jenis ini biasa muncul dikarenakan adanya penyakit lain. Beberapa penyakit yang memicu kemunculan penyakit DM tipe ini adalah penyakit jantung, stroke, hipertensi, dan juga kolesterol. Jenis Diabetes Melitus

Penderita penyakit diabetes melitus sekunder ini sering tidak tertolong karena terlambat menyadari kemunculan penyakit DM. Hal itu dikarenakan penyakit DM ini sering tidak menunjukkan gejala apapun.

Mencegah Diabetes Melitus

Banyak faktor penyebab penyakit diabates yang perlu kita ketahui agar kita bisa mencegah diabetes melitus, sebaiknya hindari seperti :

  • Mengkonsumsi teh manis berlebih setiap hari bisa menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi naik.
  • Sering-seringlah berolah raga seperti jalan kaki atau bersepeda agar lemak dalam tubuh kita bisa terbakar usahakan sehabis makan jangn tidur karbohidrat yang menumpuk akan memicu datangnya penyakit diabetes melitus.
  • Jangan terlalu sering minum minuman bersoda karena biasanya minuman ini mengandung pemanis buatan yang akan meningkatkan kadar gula dalam darah.
  • Gorengan ini salah satu pemicu datangnya penyakit diabetes karena mengandung kolesterol tinggi apalagi jajanan ini di beli di pinggir jalan yang minyak buat gorengya saja hitam pekat tandanya sudah berkali-kali di pakai tanpa di ganti selain bisa menyebabkan penyakit kangker ternyata bisa menyebabkan penyakit diabetes melitus juga hati-hatilah mengkonsumsi gorengan.
  • Kita semua pastinya sudah tau bahanya yang terkandung di dalam rokok semuanya mengakibatkan penyakit baik yang merokok ataupun yang hanya terkena asapnya, orang yang sering merokok lama-lama juga bisa terkena penyakit diabetes melitus.

Bila anda sudah menderita diabetes melitus, anda bisa menggunakan perawatan insulin, yaitu atas izin dokter untuk melakukan suntik insulin. Suntik insulin ini berguna untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah. Anda juga bisa menggunakan obat herbal untuk mengatasi diabetes melitus.

Jenis Diabetes Melitus

Posted in Diabetes gestasional, Diabetes insipidus, Diabetes melitus, Diabetes tipe 1, Diabetes tipe 2, Gejala diabetes, Jenis diabetes, Mencegah diabetes melitus, Obat diabetes melitus, Penyebab diabetes | Leave a comment

Cara Mengatasi Diabetes Melitus

Cara Mengatasi Diabetes Melitus

 

Cara Mengatasi Diabetes Melitus – Indonesia termasuk dalam salah satu negara yang berpotensi memiliki angka penderita diabetes dengan jumlah yang sangat tinggi. Pada awalnya penderita penyakit diabetes banyak dijumpai pada negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Tapi sekarang beberapa negara berkembang seperti Indonesia juga termasuk dalam resiko tinggi. Ada dua jenis tipe diabetes yang dikenal yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 menjadi kasus yang paling sering ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa yang mengalami masalah pada sel penghasil insulin dalam pankreas. Kondisi ini sering ditemukan sejak lahir. Sementara itu jenis diabetes yang paling umum adalah diabetes tipe 2 yang banyak dialami oleh orang dewasa dan orang tua.

Cara Mengatasi Diabetes Melitus

Cara Mengatasi Diabetes Melitus

Cara mengatasi diabetes melitus, diberitahu bahwa anda penderita diabetes mungkin merasa seperti ada perubahan besar dalam hidup anda, dan tentunya diabetes perlu diperlakukan dengan hati-hati dan mungkin memerlukan perubahan tertentu harus diatur dalam gaya hidup anda. Namun, cara mengatasi diabetes melitus biasanya mudah. Dokter akan mendiskusikan perawatan yang ia merekomendasikan secara rinci dengan anda, tetapi di sini kita menguraikan beberapa perawatan yang tersedia untuk cara mengatasi diabetes melitus.

Dokter akan merencanakan pengobatan yang akan bekerja dengan cara terbaik bagi anda untuk menjaga kadar glukosa darah di normal atau mendekati normal. Ini berarti bahwa anda perlu untuk tetap pada rencana pengobatan ini untuk mendapatkan hasil terbaik. Jika anda mendengar nasihat yang bertentangan dari tempat lain, atau tidak merasa nyaman dengan rencana pengobatan yang ini, penting bahwa anda membicarakan masalah anda dengan dokter sebelum anda membuat perubahan.

Ada berbagai perawatan yang tersedia sebagai cara mengatasi diabetes melitus, yang bervariasi tidak hanya tergantung pada apakah anda telah menderita diabetes tipe1 atau diabetes tipe 2. Mereka penderita dengan diabetes tipe 1 akan menemukan bahwa dokter mereka merekomendasikan beberapa suntikan insulin setiap hari, karena ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi insulin sendiri. Akibatnya rezim pengobatan diabetes tipe 1 sangat ketat dan membutuhkan kerjasama penuh. Anda juga dapat menemukan bahwa dokter merekomendasikan diet dengan makanan tertentu dan aktivitas fisik. Akhirnya, orang-orang dengan diabetes tipe 1 harus memperhatikan kadar glukosa darah mereka, dan karena itu perlu untuk menguji diri beberapa kali setiap hari untuk memastikan bahwa mereka berada pada tingkat yang sehat.

Dokter mungkin malah fokus pada menegakkan diet sehat atau aktivitas fisik secara teratur, terutama jika anda kelebihan berat badan. Mereka dengan diabetes tipe 2 juga perlu memeriksa kadar glukosa darah mereka di rumah untuk memastikan bahwa mereka sehat, dan dalam beberapa kasus akan menggunakan insulin, baik melalui suntikan atau dalam bentuk lisan.

Mengatur Pola Makan Bagi Penderita Diabetes

Untuk cara mengatasi diabetes melitus, ada beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi oleh para penderita diabetes. Beberapa makanan tersebut, yaitu :

  • Penderita diabetes dianjurkan mengonsumsi karbohidrat serat seperti beras merah, sorghum, oats dan sejenisnya, serta sayuran segar. Yang jelas, hindari nasi putih yang kaya akan karbohidrat, cara mengatasi diabetes melitus.
  • Daging atau protein yang rendah lemak juga dianjurkan untuk variasi diet Anda. Selingan buah-buahan segar pun bisa dimasukkan dalam menu diet. Susu skim fat bisa menggantikan susu yang biasa Anda minum.
  • Hindari makanan dengan kadar sodium tinggi (asin) dan makanan kalengan, cara mengatasi diabetes melitus.
  • Tambahkan banyak bawang merah, bawang putih, dan buncis pada menu diet Anda.

Itu adalah beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi. Namun, untuk mengatasi diabetes ada juga beberapa makanan yang harus dihindari oleh para penderita. Karena makanan-makanan berikut ini dapat menaikkan kadar gula dalam darah. Beberapa makanan tersebut, yaitu :

  • Nasi putih
  • Kentang
  • Saus tomat
  • Pasta putih
  • Roti
  • Pemanis buatan
  • Jus buah
  • Yogurt rendah lemak
  • Minuman berenergi

Untuk cara mengatasi diabetes melitus secara alami setidaknya diperlukan waktu dalam penyembuhannya karena tergantung dengan metabolisme tubuh serta berat ringannya keluhan. Dan lebih bagus lagi sebagai perlindungan dan pencegahan Penyakit Diabetes, sebaiknya Super Lutein (S-Lutena) dikonsumsi sebagai suplemen harian. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam super lutein ini mempunyai andil dalam kesehatan tubuh secara menyeluruh. Super Lutein (S-Lutena) adalah obat herbal yang 100% herbal organik yang cara kerjanya memperbaiki metabolisme tubuh terlebih dahulu. Penyembuhan super lutein secara bertahap dan pasti.

Itulah beberapa cara mengatasi diabetes melitus. Semoga cara mengatasi diabetes melitus diatas bermanfaat untuk anda.

Cara Mengatasi Diabetes Melitus

Posted in Uncategorized | Leave a comment