Mencegah Diabetes Tipe 2

Mencegah Diabetes Tipe 2

 

Diabetes adalah penyakit kronis (menahun) yang terjadi ketika pankreas (kelenjar ludah perut) tidak memproduksi cukup insulin, atau ketika tubuh tidak secara efektif  menggunakan insulin. Diabetes biasa ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Sedangkan diabetes tipe 2 adalah diabetes yang disebabkan tubuh tidak efektif menggunakan insulin atau kekurangan insulin yang relatif dibandingkan kadar gula darah.

Mencegah Diabetes Tipe 2

Mencegah Diabetes Tipe 2

Diabetes melitus tipe 2 diduga disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Banyak pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki anggota keluarga yang juga menderita diabetes melitus tipe 2 atau masalah kesehatan lain yang berhubungan dengan diabetes, misalnya kolesterol darah yang tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi) atau obesitas. Keturunan ras Hispanik, Afrika dan Asia memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menderita diabetes melitus tipe 2. Sedangkan faktor lingkungan yang mempengaruhi risiko menderita diabetes melitus tipe 2 adalah makanan dan aktivitas fisik kita sehari-hari.

Gejala diabetes melitus bisa saja berbeda-beda pada setiap orang. Tingginya kadar glukosa dalam darah dapat menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Sering merasa haus
  • Sering merasa lapar, bahkan setelah makan
  • Frekuensi buang air kecil (urinasi) meningkat
  • Mulut kering
  • Mual atah muntah
  • Berat badan menurun drastis
  • Kelelahan (lemah dan merasa capai)
  • Sakit kepala
  • Pandangan kabur
  • Mudah mengalami infeksi kulit
  • Luka yang lambat sembuh, walaupun hanya berupa luka gores

Bagaimana cara mencegah diabetes tipe 2 ?

Berikut beberapa cara mencegah diabetes tipe 2, antara lain :

  1. Menekan Berat Badan

Dengan mengontrol berat badan, Anda bisa menurunkan resistensi insulin dan mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. Untuk mencegah diabetes tipe 2, kita setidaknya membutuhkan dua setengah jam dalam seminggu untuk melakukan pembakaran glukosa melalui latihan kardio seperti berlari, bersepeda, atau berenang.

  1. Cukup Tidur

Kurang tidur dapat memicu resistensi insulin, terutama bagi orang yang secara genetik cenderung terkena diabetes. Sebuah studi di University of Chicago menemukan bahwa mereka yang secara teratur tidur kurang dari enam jam setiap malam berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Cobalah untuk mendapatkan setidaknya tujuh jam waktu tidur saat malam untuk mencegah diabetes tipe 2.

  1. Perbanyak Serat

Untuk mencegah diabetes tipe 2 batasi makan atau minum sesuatu yang manis untuk memperlambat aliran glukosa ke dalam darah. Ketika Anda menginginkan sesuatu yang manis, Anda bisa memilih buah yang kaya serat seperti raspberry atau pir. Dan mempertimbangkan untuk mulai mengonsumsi beras merah sebagai menu harian Anda. Makan dua porsi atau lebih beras merah dalam seminggu dapat menurunkan risiko diabetes sebesar 11 persen, menurut studi Archives of International Medicine.

  1. Hindari Stres

Stres kronis merupakan faktor risiko untuk berbagai penyakit serius, termasuk diabetes. Ketika tubuh Anda merasakan stres, ia akan melepaskan hormon yang meningkatkan gula darah. Untuk itu, lakukan latihan pernapasan atau meditasi secara rutin, mendengarkan musik yang menenangkan, atau mendapatkan pijatan yang dapat mengurangi hormon stres dan membantu menurunkan gula darah secara keseluruhan dan untuk mencegah diabetes tipe 2.

  1. Konsumsi Asam Lemak Omega-3

Asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam makanan seperti ika, dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Konsumsi setidaknya satu porsi makanan laut sekali seminggu untuk mencegah diabetes tipe 2. Mencegah Diabetes Tipe 2

  1. Perbanyak Vitamin D

Vitamin D dapat menjadi faktor kunci dalam memerangi diabetes. Sebuah ulasan yang dipublikasikan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menemukan bahwa orang yang kekurangan vitamin D berisiko terkena diabetes tipe 2. Konsumsi setidaknya 1.000 sampai 2.000 IU vitamin D per hari untuk mencegah diabetes tipe 2. Anda bisa menemukan kandungan vitamin ini dalam susu, ikan, atau suplemen.

  1. Kayu manis

Mencegah diabetes tipe 2 dengan kayu manis. Kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah, seperti ditulis dalam penelitian di Journal of American Board of Family Medicine. Kaya akan nutrisi yang disebut polifenol, rempah-rempah beraroma ini dapat membantu insulin melakukan tugasnya dengan lebih efektif. Taburkan kayu manis bubuk ke dalam semangkuk oatmeal untuk mencegah diabetes tipe 2.

  1. Mengonsumsi Karbohidrat Baik

Abaikan kue, kentang goreng, dan karbohidrat olahan lainnya. Gantilah karbohidrat dengan yang lebih sehat – buah, sayuran, sereal dan roti gandum utuh. Untuk mencegah diabetes tipe 2, carilah produk dengan kadar serat yang baik; serat telah terbukti menurunkan gula darah dan bertindak sebagai “pembersih” yang memperlambat proses pencernaan dan kecepatan glukosa memasuki aliran darah.

Selain cara mencegah diabetes tipe 2 diatas, Untuk mengobati dan mencegah diabetes tipe 2 Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen herbal yang baik untuk metabolisme dan kesehatan tubuh. S-Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan.  S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik.

S-Lutena juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Inilah delapan cara mencegah diabetes tipe 2. Hindari sebelum Anda benar-benar terkena penyakit serius ini.

Mencegah Diabetes Tipe 2

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes Melitus Tipe 1

 

Diabetes Melitus atau biasa hanya disebut dengan diabetes, adalah kondisi kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) dalam darah, baik itu karena menurunnya produksi insulin, karena resistensi tubuh terhadap insulin, atau kombinasi keduanya.

Secara umum terdapat dua tipe diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Nah, kali ini yang akan kita bahas adalah mengenai Diabetes Melitus Tipe 1.

Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes Melitus Tipe 1 sering dikategorikan sebagai kelainan terhadap sistem imun/kekebalan tubuh. Hal tersebut dikarenakan pada diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh merusak sel penghasil hormon insulin yang terdapat di pankreas. Sel penghasil insulin yang dimaksud adalah sel beta.

Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes Melitus Tipe 1

Dalam kondisi normal, sistem kekebalan tubuh akan menyerang dan membentengi tubuh dari bakteri dan substansi-substansi atau virus yang menyusup ke dalam tubuh. Namun pada diabetes melitus tipe 1, tanpa alasan yang pasti, sistem imun menyerang pankreas serta menghancurkan sel beta dan menyebabkan terhambatnya produksi hormon insulin.

Diabetes melitus tipe 1 terjadi saat tubuh kekurangan hormon insulin, sehingga kadar glukosa (gula darah) meningkat hingga di atas normal. Insulin berfungsi untuk menyerap nutrisi dan gula dalam darah, kemudian mensirkulasikannya ke berbagai sel tubuh untuk dijadikan sebagai sumber energi.

Penderita diabetes tipe 1 hanya memproduksi insulin dalam jumlah yang sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Akibatnya glukosa dalam darah semakin meningkat (hiperglikemia) dan sel-sel tubuh tidak mendapatkan asupan energi yang cukup.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan:

  • Dehidrasi

Tingginya kadar gula dalam darah akan meningkatkan frekuensi urinasi (buang air kecil) sebagai reaksi untuk mengurangi kadar gula. Saat gula darah keluar bersama urine, tubuh juga akan kehilangan banyak air, sehingga mengakibatkan dehidrasi.

  • Kehilangan berat badan

Gula dalam darah (glukosa) merupakan sumber energi bagi tubuh. Glukosa yang terbuang bersama urine juga mengandung banyak nutrisi dan kalori yang diperlukan tubuh manusia. Oleh karena itu penderita diabetes tipe 1 juga akan kehilangan berat badannya secara drastis.

  • Kerusakan tubuh

Tingginya level gula dalam darah akan menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh. Kondisi ini juga akan merusak pembuluh darah kecil pada mata, ginjal dan jantung. Penderita diabetes beresiko tinggi mengalami serangan jantung dan stroke.

Gejala Diabetes Melitus Tipe 1

Gejala – gejala diabetes melitus tipe 1 pada tahap awal, antara lain :

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari (polyuria).
  • Sering haus (polydipsia).
  • Sering merasa lapar (polyphagia).
  • Sering haus (polydipsia).

Selain itu juga dapat disertai gejala – gejala diabetes melitus tipe 1 lain yang timbul tiba-tiba, antara lain:

  • Turunnya berat badan.
  • Pandangan kabur akibat perubahan bentuk lensa pada mata.
  • Kelelahan.

Gejala diabetes melitus tipe 1 dapat berkembang dan memburuk dengan cepat dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa hari. Apabila penderita mengalami mual, muntah-muntah, napas dalam yang berat, napas berbau seperti buah-buahan, kehilangan nafsu makan, sakit perut, atau demam tinggi, segera temui dokter.

Bagaimana cara mencegah dan mengobati diabetes melitus tipe 1 ?

Untuk cara mengobati dan mencegah diabetes melitus tipe 1 setidaknya diperlukan waktu dalam penyembuhannya karena tergantung dengan metabolisme tubuh serta berat ringannya keluhan. Dan lebih bagus lagi sebagai perlindungan dan pencegahan Penyakit Diabetes sebaiknya Super Lutein (S-Lutena) dikonsumsi sebagai suplemen harian. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam super lutein ini mempunyai andil dalam kesehatan tubuh secara menyeluruh. Super Lutein (S-Lutena) adalah obat herbal yang 100% herbal organik yang cara kerjanya memperbaiki metabolisme tubuh terlebih dahulu. Penyembuhan super lutein secara bertahap dan pasti.

S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Diabetes Melitus Tipe 1

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Menyembuhkan Diabetes Melitus

Menyembuhkan Diabetes Melitus

 

Di negara Indonesia termasuk dalam salah satu negara yang berpotensi memiliki angka penderita penyakit diabetes dengan jumlah yang sangat tinggi. Pada awalnya penderita diabetes banyak dijumpai pada negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Tapi sekarang beberapa negara berkembang seperti Indonesia juga termasuk dalam resiko tinggi.

Menyembuhkan Diabetes Melitus

Menyembuhkan Diabetes Melitus

Ada dua jenis tipe diabetes yang dikenal yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1 menjadi kasus yang paling sering ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa yang mengalami masalah pada sel penghasil insulin dalam pankreas. Kondisi ini sering ditemukan sejak lahir. Sementara itu jenis diabetes yang paling umum adalah diabetes tipe 2 yang banyak dialami oleh orang dewasa dan orang tua, mencegah diabetes melitus.

Bagaimana cara menyembuhkan diabetes melitus ?

Cara menyembuhkan diabetes melitus secara alami sebenarnya tidaklah sulit. Karena di beberapa situs banyak yang menyajikan berbagai informasi penting yang dapat anda gunakan sebagai referensi untuk menyembuhkan diabetes melitus secara alami. Berikut kami berikan referensi penting mengenai cara menyembuhkan diabetes melitus secara alami :

  1. Daun salam

Anda tentu kenal daun salam kan? Daun yang memiliki aroma harum ini sering sekali dijadikan untuk menambah cita rasa masakan. Selain itu ternyata daun salam menyimpan segudang manfaat terutama untuk menyembuhkan diabetes melitus secara alami. Cara menyembuhkan diabetes melitus secara alami dengan daun ini sangatlah mudah, pertama yang harus anda lakukan adalah siapkan 7 hingga 15 lembar daun salam cuci hingga bersih, kemudian tambahkan dengan 3 gelas air, rebus hingga mendidih. Diamkan hingga air tersisa 1 gelas, dinginkan sebentar kemudian remas dan saring. Anda dapat segera meminumnya selagi hangat. Lakukan cara ini 2 kali sehari hingga kadar gula darah anda mengalami penurunan secara efektif.

  1. Daun kemangi

Daun kemangi memiliki kandungan yang dapat memproses sekresi insulin pada tubuh,sehingga kadar gula darah anda memiliki tekanan yang normal. Cara menyembuhkan diabetes melitus secara alami menggunakan daun kemangi sangatlah mudah dengan mengolahnya menjadi sambal atau lalapan, namun anda juga harus memperhatikan kebersihan daun kemangi sebelum anda mengkonsumsinya.

  1. Ginseng

Ginseng mempunyai manfaat penuh bagi kesehatan manusia. Ginseng berguna untuk kekebalan tubuh, menurunkan kadar kolesterol jahat LDL, melancarkan peredaran darah dan ternyata dapat juga membantu menyembuhkan diabetes melitus secara alami dan aman.

  1. Brotowali

Brotowali memiliki rasa yang pahit. Tapi dibalik rasanya yang pahit tersebut, tersimpan manfaat untuk menurunkan kadar gula darah. Cara menyembuhkan diabetes melitus dengan batang brotowali cukup mudah, ambil beberapa batang brotowali, cuci hingga bersih kemudian rebus, lalu minum air rebusannya setelah  makan. Lakukan setiap hari agar hasilnya maksimal.

  1. Lidah buaya

Selain sudah dikenal untuk menyuburkan dan menghitamkan rambut, lidah buaya juga dapat berkhasiat untuk menyembuhkan diabetes melitus secara alami. Pasalnya lidah buaya memiliki kandungan getah bening yang dapat berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Lidah buaya jugabanyak digunakan oleh para ahli dibidang farmatologi sebagai bahan untuk membuat obat-obatan herbal.

  1. Mengkudu

Menyembuhkan diabetes melitus secara alami dengan mengkudu. Khasiat mengkudu  dapat memperbaiki reseptor insulin yang tidak berfungsi dengan baik caranya ambil 2 buah mengkudu yang sudah matang lalu parut dan peras dengan kain yang bersih dan minumlah sarinya.

  1. Pare

Pare dapat mengobati diabetes melitus secara alami. Pare ini berkhasiat untuk memperbaiki sel beta pankreas cara mengobati diabetes melitus secara alami dengan pare yaitu 200 g pare di jus dan minum airnya jangan terlalu sering meminumnya karena kalau terlalu sering minum jus pare bisa menyebabkan diare.

Untuk cara menyembuhkan diabetes melitus secara alami setidaknya diperlukan waktu dalam penyembuhannya karena tergantung dengan metabolisme tubuh serta berat ringannya keluhan. Dan lebih bagus lagi sebagai perlindungan dan pencegahan Penyakit Diabetes sebaiknya Super Lutein (S-Lutena) dikonsumsi sebagai suplemen harian. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam super lutein ini mempunyai andil dalam kesehatan tubuh secara menyeluruh. Super Lutein (S-Lutena) adalah obat herbal yang 100% herbal organik yang cara kerjanya memperbaiki metabolisme tubuh terlebih dahulu. Penyembuhan super lutein secara bertahap dan pasti.

S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Menyembuhkan Diabetes Melitus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Pada Remaja

Diabetes Pada Remaja

 

Waspadai Diabetes Pada Remaja !! Tahukah Anda jika diabetes tidak harus diwaspadai orang dewasa saja ? Anak-anak dan remaja juga harus mewaspadai penyakit yang satu ini, karena dari tahun ke tahun, kasus anak-anak dan remaja yang terkena penyakit diabetes semakin banyak.

Diabetes Pada Remaja

Diabetes Pada Remaja

Diabetes melitus atau biasa orang menyebutnya dengan kencing manis adalah gangguan pengendalian kadar gula darah dalam tubuh seseorang. Secara istilah diabetes berasal dari bahasa yunani yang artinya pancuran atau curahan, sedangkan melitus artinya gula atau madu.

Sehingga dari asal kata tersebut memunculkan pengertian kelebihan curahan cairan dalam tubuh seseorang yang mengandung gula atau madu. Curahan yang dimaksud adalah air seni atau kencing yang menandai ciri penderita penyakit ini, air kencingnya mengandung kadar gula yang berlebih.

Apa saja gejala diabetes pada remaja ?

Gejala diabetes tipe 1 dan 2 yang paling umum dirasakan adalah sering banget buang urin karena tingginya kadar gula darah. Akibat sering buang urin, membuat mereka lebih sering merasa haus. Gejala ini diiringi dengan menurunnya berat badan dan pertumbuhan yang terhambat.

Akibat dehidrasi, mereka akan merasa lemas, lelah, dan detak jantung berdenyut lebih cepat. Beberapa juga merasakan meningkatnya rasa lapar dan pandangan yang sering kabur.

Gejala diabetes pada remaja yang lebih serius pada tanda terkena diabetes selain berat badan yang turun adalah sakit perut, mual, muntal, napas yang berat dan cepat, serta cepat merasa mengantuk. Diabetes Pada Remaja

Gejala diabetes tipe 1 pada anak perempuan dan remaja putri membuat mereka mengalami infeksi jamur. Gejala diabetes tipe 1 akan meningkat dengan cepat selama beberapa minggu, sementara diabetes tipe 2 cenderung lebih lambat.

Untuk memastikan apakah anak atau remaja terkena diabetes tipe 2 harus melalui tes urin dan tes darah.

Apa penyebab diabetes pada remaja ?

Perlu diketahui, gaya hidup orang dahulu dengan sekarang sudah sangat jauh berbeda. Jika di masa lalu, orang dalam beraktifitas sehari-hari melakukan segala sesuatu secara manual. Di jaman serba modern ini, semua dilakukan secara otomatis dan instan. Peralatan serba canggih dan modern membuat orang semakin malas beraktifitas fisik.

Dulu saat  berangkat kerja atau ke sekolah, kita harus berjalan kaki atau paling canggih bersepeda. Namun sekarang aktivitas menyehatkan itu sesudah ditinggalkan dan beralih ke alat transportasi bermesin. Diabetes Pada Remaja

Jenis makanan yang di konsumsi termasuk faktor yang sangat menentukan ada atau tidaknya penyakit diabetes pada remaja. Kenyataanya jenis makanan yang kita konsumsi dulu dan sekarang sudah sangat jauh berbeda. Dulu makanan berbahan alami menjadi menu keseharian. Namun kini semua berubah, orang lebih suka dengan makanan cepat saji dan cepat makan. Padahal makannan-makanan semacam itu begitu sangat tidak baik untuk tubuh. Karena banyak mengandung kalori dan kaya zat-zat tambahan yang mengandung pengawet, perasa, pemanis buatan dan lain-lain.

Celakanya gaya hidup seperti itulah yang kini mewabah di kalangan orang muda. Kita yang masih berada di usia produktif semakin gandrung dengan gaya hidup serba instan. Makanan tinggi kalori dan kurangnya tubuh bergerak membuat metabolisme gula terganggu. Pankreas tidak cukup memproduksi insulin yang mengendalikan kadar gula dalam darah. Yang menjadi pangkal terjadinya diabetes melitus.

Mencegah Diabetes Pada Remaja

Meskipun banyak sekali pengidap penyakit ini, ada cara diabetes mungkin bisa ditunda, dan bahkan dicegah. Cara mencegah diabetes pada remaja anta lain :

  • Olahraga teratur
  • Mengikuti diet rendah kalori dan rendah lemak
  • Mengurangi asupan makanan olahan dan karbohidrat kosong

Program pencegahan diabetes pada remaja meneliti pengaruh penurunan berat badan dalam perkembangan diabetes tipe 2 pada jurnal New England dalam studi obat-obatan. Mereka menemukan bahwa menurunkan 5-7 persen saja dari berat badan Anda bisa melambatkan perkembangan diabetes tipe 2. Diabetes Pada Remaja

Beberapa orang yang berisiko juga dapat menunda timbulnya diabetes dengan mengonsumsi obat diabetes. Penting untuk mendiskusikan semua pilihan Anda dengan dokter untuk hasil terbaik. Anda mungkin tidak bisa mencegah diabetes seutuhnya. Namun, mengambil beberapa langkah sekarang mungkin bisa mencegah komplikasi terkait dan meningkatkan kualitas hidup Anda.

Diabetes Pada Remaja

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Diabetes Tipe 1

Gejala Diabetes Tipe 1

 

Apa saja gejala diabetes tipe 1 ? Gejala diabetes tipe 1 pada tahap awal terkadang sulit untuk diketahui oleh pada penderita, terutama jika penderita yang usianya masih muda seperti anak-anak, namun demikian berikut ini sekilas mengenai gejala yang umum diderita pengidap penyakit diabetes melitus tipe satu. Gejala diabetes tahap awal yang sering sekali dialami penderita diabetes melitus tipe 1 adalah sering merasa kelelahan secara berlebihan meskipun tubuh tidak digunakan bekerja berat. Hal ini biasanya disebabkan oleh insulin yang tidak mampu memproduksi energi pada tubuh, sehingga tubuh jadi lemah.

Gejala Diabetes Tipe 1

Gejala Diabetes Tipe 1

Gejala diabetes lain yang sering timbul adalah mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) yang berlebihan, hal ini diakibatkan oleh tubuh yang terlalu banyak membuang cairan sehingga mengalami dehidrasi. Pada kasus lainnya penderita diabetes melitus tipe 1 ini merasakan peningkatan buang air kecil, kemudian mengalami sakit perut, mual atau muntah, pandangan kabur, mengalami luka yang tidak kunjung sembuh. Selain itu gejala diabetes tipe 1 juga biasanya mengalami penurunan berat badan meskipun penderita makan dalam porsi banyak. Gejala diabetes lainnya penderita mengalami denyut jantung yang cepat dan tekanan darah berkurang biasanya di bawah sekitar 90 / 60.

Gejala Diabetes Tipe 1

Gejala – gejala diabetes tipe 1 pada tahap awal, antara lain :

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari (polyuria).
  • Sering haus (polydipsia). Gejala diabetes tipe 1
  • Sering merasa lapar (polyphagia).
  • Sering haus (polydipsia).

Selain itu juga dapat disertai gejala – gejala diabetes tipe 1 lain yang timbul tiba-tiba, antara lain:

  • Turunnya berat badan. Gejala diabetes tipe 1
  • Pandangan kabur akibat perubahan bentuk lensa pada mata.
  • Kelelahan. Gejala diabetes tipe 1

Gejala diabetes tipe 1 dapat berkembang dan memburuk dengan cepat dalam beberapa minggu atau bahkan beberapa hari. Apabila penderita mengalami mual, muntah-muntah, napas dalam yang berat, napas berbau seperti buah-buahan, kehilangan nafsu makan, sakit perut, atau demam tinggi, segera temui dokter.

Mengobati Diabetes Melitus Tipe 1

Diagnosis diabetes melitus sejak dini sangat penting agar pengobatan bisa segera dilakukan. Dengan pendeteksian dini, kadar gula darah penderita diabetes bisa dikendalikan. Pengobatan diabetes bertujuan untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah dan mengendalikan gejala diabetes tipe 1 untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.

Tubuh penderita diabetes tipe 1 tidak memproduksi insulin lagi sehingga mereka harus menerima suplai insulin dari luar tubuh secara rutin. Mereka juga dituntut untuk belajar menyesuaikan suplai insulin dengan makanan yang dikonsumsi, kadar gula darah, dan aktivitas yang dilakukan. Proses penyesuaian ini harus dilakukan secara bertahap. Beberapa jenis insulin yang bisa digunakan, di antaranya:

  • Insulin kerja panjang yang dapat bertahan satu hari.
  • Insulin kerja singkat yang dapat bertahan maksimal delapan jam.
  • Insulin kerja cepat yang tidak bertahan lama, tapi bereaksi cepat.

Pencegahan Diabetes Melitus Secara Alami

Pencegahan diabetes melitus adalah dengan mengkonsumsi suplemen yang baik untuk kesehatan tubuh Anda. Ada banyak suplemen kesehatan yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen kesehatan S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit kronis. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

Mengapa harus S.Lutena ? Peranan S.Lutena dapat membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit mata dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam S-Lutena yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh. SLutena ini merupakan pilihan terbaik bagi masyarakat modern yang ingin menjaga kesehatan dan keseimbangan nutrisi setiap hari.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Gejala Diabetes Tipe 1

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mencegah Diabetes Gestasional

Mencegah Diabetes Gestasional

 

Diabetes yang terjadi selama masa kehamilan disebut diabetes gestasional. Diabetes tipe ini sering kali sulit dideteksi karena faktor aktivitas hormonal yang tinggi pada wanita hamil. Tingginya level glukosa pada wanita hamil akan mempengaruhi kondisi janin karena glukosa juga akan disirkulasikan melewati placenta dan bayi dalam kandungan.

Mencegah Diabetes Gestasional

Mencegah Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional biasanya akan sembuh setelah melahirkan. Namun memiliki diabetes gestasional selama masa kehamilan membuat wanita tersebut memiliki resiko tinggi mengembangkan diabetes tipe 2 di masa yang akan datang. Selain itu, diabetes gestasional dapat mengganggu kesehatan ibu dan kandungannya.

Bagaimana cara mencegah diabetes gestasional ? Berikut adalah beberapa tips untuk Anda dalam upaya mencegah diabetes gestasional :

  1. Memahami faktor risiko

Langkah pertama dalam mencegah diabetes gestasional adalah menentukan faktor risiko. Jika ternyata Anda berisiko tinggi, maka Anda dan dokter akan mengambil langkah-langkah meminimalisir risiko untuk menjaga Anda dan bayi lahir sehat. Tanyakan pada kerabat langsung, adakah sejarah diabetes pada keluarga Anda. Risiko diabetes gestasional akan semakin tinggi jika salah satu keluarga Anda terkena diabetes.

Menentukan faktor risiko lain seperti usia lebih 30 th, ada riwayat DG sebelumnya, apakah pernah memilki bayi besar (9 pounds atau lebih) atau kelahiran mati pada kehamilan sebelumnya, dan pernahkah Anda memiliki tes gula darah yang abnormal sebelumnya, termasuk glikosuria (gula dalam urin Anda). Mencegah Diabetes Gestasional

  1. Pastikan gula darah normal sebelum hamil

Jika Anda belum hamil, rencanakan untuk memiliki glukosa darah normal melalui pengujian di layanan kesehatan setempat sebelum mencoba untuk hamil, sehingga Anda bisa mendapat informasi jelas dan menetapkan bahwa gula darah Anda terlebih dahulu normal untuk memulai kehamilan. Mencegah Diabetes Gestasional

Jika gula darah Anda tidak normal pada pra-kehamilan, ini sangat bahaya karena gula darah tinggi pada saat pembuahan di trimester pertama sangat terkait dengan beberapa cacat lahir dan keguguran / bayi lahir mati (organ janin terbentuk dalam hitungan menit pada trimester pertama kehamilan). Penelitian telah menunjukkan dengan sangat jelas bahwa program perawatan prakonsepsi dan kontrol gula darah yang ketat sangat menentukan hasil kehamilan. Mencegah Diabetes Gestasional

  1. Turunkan berat badan

Jika Anda memiliki kelebihan berat badan, sebaiknya turunkan untuk mendapat berat ideal. Kelebihan berat badan tidak disarankan selama kehamilan. Berat badan berlebih merupakan faktor risiko diabetes gestasional, jadi menurunkan berat badan antara 5% sampai 7% dari berat tubuh Anda (jika Anda kelebihan berat badan) sebelum Anda mencoba untuk hamil. Mencegah Diabetes Gestasional

  1. Diet sehat

Fokus pada makan sehat. Tujuan utama dari diet adalah untuk menjaga gula darah Anda tetap stabil dan normal sepanjang hari.

  • Makan lebih banyak serat minim 10 gram / hari. Serat akan membantu Anda menstabilkan kadar gula termasuk biji-bijian, buah-buahan (terutama plum), dan sayuran (terutama sayuran berdaun hijau).
  • Tingkatkan asupan protein. Protein merupakan bagian penting dari diet yang sehat, dan menyediakan banyak vitamin B untuk membantu mencegah cacat lahir. Daging tanpa lemak, seperti ayam, merupakan sumber protein yang baik dan aman bagi wanita hamil untuk mengkonsumsi. Hindari ikan kalengan karena tingkat merkuri yang tinggi dapat berbahaya bagi wanita hamil. Mencegah Diabetes Gestasional
  • Nikmati buah segar secukupnya. Buah segar baik untuk Anda, tapi hindari jus buah manis.
  • Hindari tepung putih seperti gula, tepung kentang dan pasta. Jika ingin mengonsumsi, gunakan secara terbatas, jangan berlebihan.
  • Perhatikan waktu dan berapa banyak jumlah makanan yg Anda makan. Setiap makanan akan meningkatkan gula darah. Tubuh melepaskan insulin dalam menanggapi gula darah tinggi yang terjadi setelah Anda makan. Buat jadwal disiplin makan sesuai rencana diet. Mencegah Diabetes Gestasional
  1. Olahraga

Berolahraga sebelum dan selama kehamilan dapat membantu Anda mencegah diabetes gestasional. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang aktif secara fisik selama 4 jam seminggu atau 30 menit sehari, sebelum dan selama kehamilan dapat mengurangi risiko diabetes gestasional pada sekitar 70%.

Anda dapat menggabungkan beberapa kegiatan olahraga ringan untuk menjaga stres seperti mencuci baju, menyapu halaman, bersepeda ringan dll. Pastikan memantau detak jantung Anda saat berolahraga dan tidak pernah melebihi detak jantung yang direkomendasikan untuk target usia dan berat badan.

  1. Kunjungi dokter atau ahli medis secara disiplin

Menjadi pasien proaktif untuk berbagai informasi penting dari ahli medis dapat membantu dalam mencegah diabetes gestasional. Konsultasikan semua daftar obat atau suplemen yang Anda konsumsi dan laporkan semua keluhan Anda. Tanyakan juga, apa rekomendasi diet atau olahraga yang sesuai bagi Anda. Semoga bermanfaat.

Mencegah Diabetes Gestasional

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Insipidus Nefrogenik

Diabetes Insipidus Nefrogenik

 

Diabetes Insipidus Nefrogenik adalah suatu kelainan dimana ginjal menghasilkan sejumlah besar air kemih yang encer karena ginjal gagal memberikan respon terhadap hormon antidiuretik dan tidak mampu memekatkan air kemih.

Diabetes Insipidus Nefrogenik

Diabetes Insipidus Nefrogenik

Diabetes insipidus jenis ini muncul ketika tubuh memiliki hormon antidiuretik yang cukup untuk mengatur produksi urine, tapi organ ginjal tidak merespons terhadapnya. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh kerusakan fungsi organ ginjal atau sebagai kondisi keturunan. Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakit mental, seperti lithium, juga bisa menyebabkan diabetes insipidus jenis ini.

Gejala Diabetes Insipidus Nefrogenik

Diketahui juga bahwa penyakit ini merupakan penyakit keturunan, maka gejala yang dialmi penderita biasanya mulai timbul segera setelah lahir. Adapun gejalanya itu dapat berupa rasa haus yang berlebihan atau pengeluaran sejumlah besar air kemih yang encer . Jika penyakit ini terjadi pada bayi, tentu saja bayi tidak dapat menyatakan rasa hausnya, sehingga yang dirasakan hanya mengalami dehidrasi. Bayi juga bisa mengalami demam tinggi yang disertai dengan muntah dan kejang-kejang. Diabetes Insipidus Nefrogenik

Jika diabetes insipidus nefrogenik herediter tidak segera terdiagnosa dan diobati, maka bisa terjadi kerusakan otak, sehingga bayi mengalami keterbelakangan mental. Dehidrasi yang sering terjadi juga bisa menghambat perkembangan fisik. Namun, dengan terapi yang tepat sedini mungkin, bayi dengan kelainan ini cenderung bisa mengalami perkembangan yang normal.

Penyakit yang terjadi pada orang tua dengan demensia juga lebih cenderung menyebabkan dehidrasi, karena mereka juga tidak mampu untuk mengkomunikasikan bahwa dirinya haus. Hilangnya cairan yang berlebihan juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Gejala-gejala ketidakseimbangan elektrolit yang bisa terjadi antara lain nyeri pada otot dan kelemahan.

Penyebab Diabetes Insipidus Nefrogenik

Terdapat 2 jenis diabetes insipidus. Pada diabetes insipidus nefrogenik, ginjal tidak memberikan respon terhadap hormon antidiuretik sehingga ginjal terus menerus mengeluarkan sejumlah besar air kemih yang encer. Pada diabetes insipidus jenis lainnya, terjadi kegagalan produksi antidiuretik. Diabetes Insipidus Nefrogenik

Diabetes insipidus bisa merupakan penyakit keturunan (herediter) atau suatu kelainan yang didapat karena faktor genetis. Pada bentuk herediter, gen yang menyebabkan penyakit ini bersifat resesif dan dibawa oleh kromosom x. Oleh karena itu, hanya pria yang biasanya mengalami gejala-gejala penyakit ini. Wanita yang membawa gen ini bisa mewariskan penyakit ini kepada anak laki-lakinya.

Pada bentuk yang didapat, diabetes insipidus nefrogenik bisa disebabkan oleh :

  • Pemakaian obat-obat tertentu yang menghambat efek hormon antidiuretik, misalnya lithium atau amfoterisin B.
  • Kadar kalsium yang tinggi atau kalium yang rendah di dalam darah.
  • Sumbatan pada saluran kemih.
  • Gangguan lain yang mengenai ginjal, misalnya penyakit ginjal polikistik, anemia sel sabit, infeksi berat, atau kanker tertentu.

Pencegahan dan Pengobatan Diabetes Insipidus Nefrogenik

Pencegahan dan pengobatan diabetes insipidus nefrogenik adalah dengan mengkonsumsi suplemen yang baik untuk kesehatan dan metabolisme tubuh Anda. Ada banyak suplemen kesehatan yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen kesehatan S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit kronis. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

Mengapa harus S.Lutena ? Peranan S.Lutena dapat membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit mata dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam S-Lutena yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh. SLutena ini merupakan pilihan terbaik bagi masyarakat modern yang ingin menjaga kesehatan dan keseimbangan nutrisi setiap hari.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Diabetes Insipidus Nefrogenik

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus

 

Ketika mendengar kata “diabetes” kebanyakan orang berfikir itu adalah kencing manis atau diabetes melitus. Padahal ada jenis diabetes lainnya yaitu diabetes insipidus. Kata diabetes itu sendiri berarti banyaknya produksi urine atau kencing, kalau diabetes melitus sering kencing akibat gula darah tinggi sedangkan diabetes insipidus karena gangguan hormon.

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala Diabetes Insipidus

Apa itu Diabetes Insipidus ?

Penyakit Diabetes insipidus adalah meningkatnya produksi urin atau kencing seseorang yang disebabkan oleh produksi hormon ADH (antidiuretic hormone) yang menurun atau gangguan pada reseptor hormon, sebagai akibatnya ginjal tidak dapat mengatur keseimbangan air dalam tubuh dengan membuat urin lebih encer karena gagal berkonsentrasi. Hal ini menyebabkan tubuh cenderung kehilangan terlalu banyak urin dan mencoba untuk mengkompensasinya, sehingga akan membuat penderita menjadi gampang haus. diabetes insipidus adalah ADH merupakan hormon yang dihasilkan oleh hipofisis poterior (bagian belakang) yang mengatur volume darah dengan mempertahankan cairan pada tubuh.

Seperti Apa Gejala Diabetes Insipidus ?

Gejala diabetes insipidus yang paling utama adalah selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak. Anda akan selalu dihantui perasaan haus meski sudah minum banyak sekali air.

Jumlah urine yang dikeluarkan penderita diabetes insipidus tiap harinya adalah sekitar 3-20 liter, mulai dari kasus diabetes insipidus yang ringan hingga kasus yang paling parah. Kencing yang dialami penderita kondisi ini bisa sebanyak 3-4 kali per jam.

Gejala diabetes insipidus yang muncul di atas bisa mengganggu aktivitas sehari-hari maupun pola tidur Anda. Akibatnya akan muncul rasa lelah, mudah marah, dan sulit untuk berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

Diabetes insipidus pada anak-anak mungkin lebih sulit untuk dikenali, apalagi anak tersebut belum bisa berkomunikasi dengan baik. Gejala diabetes insipidus yang di derita pada anak adalah:

  • Mengompol pada waktu tidur. Gejala Diabetes Insipidus
  • Mudah terusik atau marah. Gejala Diabetes Insipidus
  • Menangis secara berlebihan. Gejala Diabetes Insipidus
  • Suhu tubuh tinggi atau hipertermia.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Kehilangan selera makan. Gejala Diabetes Insipidus
  • Merasa kelelahan dan keletihan.
  • Pertumbuhan lebih lambat.

Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami dua gejala diabetes insipidus, yaitu selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak.

Apa penyebab diabetes insipidus?

Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh masalah pada kelenjar hipofisis dan/atau ginjal Anda. Normalnya, tubuh Anda dapat mengatur keseimbangan antara cairan yang Anda minum dan banyak urin yang Anda produksi. Ginjal Anda mengeluarkan cairan yang berlebih dalam bentuk urin, yang disimpan sementara dalam kandung kemih. Saat Anda sedang dehidrasi, kelenjar hipofisis Anda mengeluarkan hormon anti-diuretik (ADH) ke ginjal untuk menahan cairan dan mengurangi produksi urin. ADH, atau disebut juga vasopresin, dibuat di hipotalamus dan disimpan di kelenjar hipofisis.

Ada beberapa bentuk diabetes insipidus berdasarkan penyebabnya, seperti:

  • Diabetes insipidus sentral. Disebabkan karena kerusakan kelenjar hipotalamus atau hipofisis. Hal ini menyebabkan gangguan penyimpanan dan pengeluaran ADH. Kerusakan ini dapat terjadi akibat operasi, tumor, meningitis, kelainan genetik atau trauma kepala.
  • Diabetes insipidus nefrogenik. Biasanya disebabkan karena adanya kelainan pada tubulus ginjal (struktur pada ginjal di mana air dikeluarkan dan dipertahankan). Defek ini dapat disebabkan oleh kelainan genetik atau penyakit ginjal kronik. Terdapat beberapa obat yang dapat menyebabkan kerusakan tubulus ginjal. Obat ini misalnya lithium dan demeclocycline.
  • Diabetes insipidus gestasional. Diabetes ini terjadi selama kehamilan dan hanya sementar.
  • Polidipsia primer. Kondisi ini, disebut juga diabetes insipidus dipsogenik atau polidipsia psikogenik, yang disebabkan karena konsumsi cairan yang berlebihan. Hal ini tidak berhubungan dengan masalah produksi atau respon ADH.

Diabetes insipidus tidak menyebabkan kegagalan fungsi ginjal atau yang mengacu pada dialisis. Ginjal masih dapat menjalankan fungsi utamanya dalam memfilter darah. Namun, penderita diabetes insipidus rentan terhadap dehidrasi. Mereka perlu memastikan untuk dapat mengakses cairan yang dapat diminum. untuk minum cairan. Aktifitas fisik tertentu aman dilakukan untuk meningkatkan kesehatan. Namun, mereka membutuhkan penggantian cairan yang lebih banyak dibandingkan kebanyakan orang, terutama dalam cuaca panas. Sekian info mengenai gejala diabetes insipidus. Semoga bermanfaat bagi anda.

Gejala Diabetes Insipidus

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Diabetes Melitus Tipe 2

Diabetes Melitus Tipe 2

 

Kenali Diabetes Melitus Tipe 2 !! Diabetes Melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah yang sangat tinggi. Sel-sel dalam tubuh manusia membutuhkan energi dari gula (glukosa) untuk bisa berfungsi dengan normal. Yang biasanya mengendalikan gula dalam darah adalah hormon insulin. Jika tubuh kekurangan insulin atau muncul resistansi terhadap insulin pada sel-sel tubuh, kadar zat gula (glukosa) darah akan meningkat drastis. Inilah yang memicu dan menjadi penyebab penyakit diabetes (diabetes melitus).

Diabetes Melitus Tipe 2

Diabetes Melitus Tipe 2

Diabetes melitus tipe 2 diduga disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Banyak pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki anggota keluarga yang juga menderita diabetes melitus tipe 2 atau masalah kesehatan lain yang berhubungan dengan diabetes, misalnya kolesterol darah yang tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi) atau obesitas. Keturunan ras Hispanik, Afrika dan Asia memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menderita diabetes melitus tipe 2. Sedangkan faktor lingkungan yang mempengaruhi risiko menderita diabetes melitus tipe 2 adalah makanan dan aktivitas fisik kita sehari-hari.

Gejala Diabetes Tipe Melitus 2

Gejala diabetes melitus bisa saja berbeda-beda pada setiap orang. Tingginya kadar glukosa dalam darah dapat menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut :

  • Sering merasa haus
  • Sering merasa lapar, bahkan setelah makan
  • Frekuensi buang air kecil (urinasi) meningkat
  • Mulut kering
  • Mual atah muntah
  • Berat badan menurun drastis
  • Kelelahan (lemah dan merasa capai)
  • Sakit kepala
  • Pandangan kabur
  • Mudah mengalami infeksi kulit
  • Luka yang lambat sembuh, walaupun hanya berupa luka gores

Hampir semua pengidap diabetes melitus merupakan diabetes melitus tipe 2. Berikut ini beberapa orang yang rentan terkena diabetes melitus tipe 2, antara lain :

  • Orang dewasa yang berusia lebih dari 40 tahun

Hal ini disebabkan pada usia tersebut produksi insulin pada pankreas cenderung menurun akibat faktor usia. Jika pada usia tersebut salah dalam memilih pola makan, maka dapat berakibat kelebihan kadar gula karena jumlah insulin yang diproduksi tubuh tidak sebanding dengan jumlah makanan yang masuk.

  • Orang yang kelebihan berat badan (obesitas)

Berdasarkan hasil sebuah survey dikatakan bahwa sekitar 80%-90% penderita diabetes melitus tipe 2 adalah mereka yang kelebihan berat badan (obesitas). Jadi pada diabetes melitus tipe 2 ini penyebabnya bukan karena makan yang manis-manis melainkan karena jumlah konsumsi yang berlebihan sehingga cadangan gula darah di dalam tubuh menumpuk. Jika kita menilik lebih jauh, pada umumnya jumlah konsumsi makan yang berlebihan disebabkan karena pergeseran gaya hidup yang serba enak tanpa memperhatikan gizi yang seimbang dan diimbangi olahraga secara teratur.

  • Perubahan perilaku gaya hidup

Orang yang kaya biasanya memiliki kebiasaan hidup kurang gerak karena semua dikerjakan oleh pembantu-pembantunya. Bahkan naik mobil saja sudah disediakan sopir pribadi yang akan menemani mereka pergi. Akibatnya tubuh mereka kurang gerak, metabolisme tubuhnya menjadi lambat, yang pada akhirnya terjadilah kegemukan dan penumpukan gula darah di dalam tubuh.

Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2

Anda dapat mencegah datangnya diabetes melitus tipe 2 dalam tubuh Anda yaitu dengan cara :

  • Diet menurunkan berat badan, jika Anda mengalami kelebihan berat badan. Melalui pengaturan pola makan yang tepat akan terhindar dari kelebihan kadar gula dalam darah.
  • Melakukan olahraga secara rutin selama 15-60 menit, minimal 3 kali dalam seminggu. Adapun olahraga yang dianjurkan yaitu : jalan kaki, renang, senam dan bersepeda. Selain mencegah kegemukan, olahraga juga dipercaya dapat membakar gula dalam darah sehingga dapat mencegah penumpukan gula dalam darah.
  • Kurangi konsumsi gula, serta hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gula seperti soft drink, permen, es krim, roti manis dan lain sebagainya. Dengan mengurangi konsumsi gula, beban kerja pankreas dalam memproduksi insulin menjadi lebih ringan.
  • Sebaiknya mendekati usia 40 tahun, Anda periksakan kadar gula darah Anda secara teratur terutama jika keluarga Anda ada silsilah keluarga menderita diabetes melitus. Dengan memeriksakan secara dini diharapkan jika terdeteksi gejala diabetes dapat segera tertangani dengan baik.

Bagi ibu hamil yang menderita diabetes melitus, disarankan untuk melakukan perawatan prenatal dini secara teratur agar dapat meningkatkan kesehatan ibu dan si bayi. Dengan mengetahui faktor risiko diabetes kehamilan dan melakukan tes screening prenatal pada usia 24 – 28 minggu kehamilan akan membantu mendeteksi diabetes gestational secara dini. Diabetes gestational sendiri merupakan komplikasi diabetes pada saat kehamilan yang dapat mengakibatkan kelahiran cacat pada bayi khususnya pada jantung dan tulang belakang. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar glukosa pada awal kehamilan yang dapat menghilangkan oksigen pada embrio.

.

Diabetes Melitus Tipe 2

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

 

Cara Mencegah Diabetes Keturunan – Diabetes adalah salah satu penyakit yang paling populer di seluruh dunia, dan sayangnya penyakit ini bisa dikatakan sebagai penyakit seumur hidup. Diabetes tidak bisa disembuhkan secara total, dan penderita harus menjaga diet agar tidak kambuh dan terjadi komplikasi. Diabetes adalah gangguan metabolisme, di mana tubuh sudah tidak mampu lagi untuk menghasilkan hormon insulin dalam  jumlah yang cukup, serta tidak mampu menggunakan insulin dengan benar. Insulin adalah hormon yang berperan sangat penting bagi tubuh untuk mengubah gula, pati, dan makanan lain menjadi energi yang digunakan tubuh. Kurangnya produksi insulin berarti tubuh akan kekurangan energi, yang bisa hadir dengan banyak komplikasi dan masalah kesehatan lainnya.

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

Oleh karena itu, lebih baik sekarang marilah Kita untuk memulai mengambil langkah-langkah preventif, sebelum diabetes benar-benar menimpa kita. Tindakan pencegahan jauh lebih mudah daripada tindakan pengobatan atau pengelolaan diabetes. Agar penyakitnya tidak kambuh, penderita harus melakukan diet ketat dan bantuan pengobatan. Sementara itu untuk pencegahan, kita hanya perlu melakukan diet dan gaya hidup yang sehat.

Diabetes mellitus merupakan penyakit keturunan, artinya jika orang tua Anda mengidap penyakit ini maka Anda mempunyai 40 % resiko terkena penyakit ini juga. Akan tetapi, faktor keturunan hanyalah salah satu dari faktor-faktor resiko lainnya. Faktor lain yang bisa menjadi penyebab diabetes mellitus adalah berat badan berlebih (kegemukan / obesitas).

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

Sebelum terlambat, berikut adalah beberapa cara mencegah diabetes keturunan :

  1. Ketahui riwayat kesehatan keluarga

Kemungkinan seseorang terkena diabetes di kemudian hari akan meningkat jika di dalam keluarga terdapat satu atau lebih anggota yang menderita diabetes.

  1. Lakukan pemeriksaan kesehatan

Salah satu cara mencegah diabetes keturunan adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan. Setiap orang yang berusia diatas 45 tahun harus memiliki jadwal rutin pemeriksaan kadar gula darah setiap 3 tahun sekali. Namun, jika seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi, pemeriksaan rutin harus dimulai pada usia lebih dini.

  1. Tetap aktif secara fisik

Olahraga teratur bisa membantu mencegah penyakit diabetes dengan mengontrol berat badan dan meningkatkan aliran darah. Olahraga sangat penting terutama jika secara genetik seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi.

  1. Makanlah diet yang seimbang

Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya penurunan kemampuan tubuh dalam memproduksi ataupun menggunakan insulin untuk mengubah gula menjadi energi, sehingga penting untuk membatasi jumlah gula dan karbohidrat yang dikonsumsi.

  1. Pertahankan berat badan yang sehat

Cara mencegah diabetes keturunan sejak dini dengan menjaga berat badan yang sehat. Sebagian besar orang yang didiagnosis diabetes (biasanya tipe 2) memiliki berat badan lebih. Kelebihan berat dan lemak tubuh akan meningkatkan risiko terkena diabetes.

  1. Sarapan sangat penting

Tidak peduli seberapa bencinya Anda pada sarapan, sangat penting untuk sarapan setiap hari. Hal itu merupakan cara mencegah diabetes keturunan dan mengurangi resiko terkena penyakit diabetes. Makan sarapan yang sehat tidak hanya membantu mengontrol nafsu makan, tetapi juga membantu mengontrol konsumsi kalori.

  1. Minum air kelapa segar

Minuman ini sering direkomendasikan oleh para ahli untuk pasien diabetes bila dikonsumsi dalam jumlah tidak terlalu banyak. Air kelapa alami yang kaya elektrolit akan meningkatkan energi dan sodium secara alami.

  1. Hindari makanan berlemak

Junk food dan makanan yang biasa Anda beli di jalan umumnya tinggi lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di tubuh. Ini pada gilirannya juga dapat mempengaruhi tingkat gula darah dalam tubuh. Jadi, hindari junk food dan makanan berlemak lainnya untuk langkah atau cara mencegah diabetes keturunan.

  1. Hindari minuman manis

Soda, minuman ringan atau berperasa dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Semua minuman berpemanis merupakan sumber gula yang tak terlihat, yang dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Cara Mencegah Diabetes Keturunan

  1. Makan banyak sayuran

Daging memang lezat, namun Anda tidak harus memakannya setiap hari, karena dapat menimbulkan risiko diabetes. Dengan demikian, perbanyak konsumsi sayuran setiap hari.

  1. Hindari stress

Stres yang berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah Anda. Jadi, kurangi tingkat stres dengan berlatih yoga, meditasi atau latihan pernapasan sebagai cara mencegah diabetes keturunan. Cara Mencegah Diabetes Keturunan

  1. Tidur nyenyak

Mendapatkan setidaknya enam jam tidur di malam hari sangat penting sebagai upaya atau cara mencegah diabetes keturunan. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh, yang dapat meningkatkan tingkat insulin dan menyebabkan ketidakseimbangan gula darah. Selain itu, tidur yang tidak nyenyak juga bisa membuat nafsu makan menggila.

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

Cara Mencegah Diabetes Keturunan

Posted in Uncategorized | Leave a comment