Diabetes Gestasional

Diabetes Gestasional

 

Diabetes Gestasional adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan gula darah tinggi yang menetap sewaktu kehamilan pada wanita yang sebelumnya tidak menderita diabetes sebelum hamil. Pada orang normal, kadar gula darah diatur oleh suatu hormon, insulin, yang membuat glukosa di dalam aliran darah dapat masuk ke dalam sel. Namun, sewaktu hamil, tubuh wanita memproduksi lebih banyak hormon, seperti progesteron dan estrogen, yang menyebabkan tubuh menjadi resisten terhadap kerja dari insulin.

Diabetes Gestasional

Diabetes Gestasional

Oleh karena itu, glukosa tidak dapat lagi masuk ke dalam sel dan kadar glukosa dalam darah tetap tinggi. Hal ini menyebabkan lebih banyak glukosa yang mengalir ke janin dalam menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan. Biasanya, tubuh wanita hamil akan memproduksi lebih banyak insulin untuk mengatasi peningkatan kadar glukosa di dalam darah. Namun, pada beberapa wanita, tubuh mereka tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup, sehingga menyebabkan kadar glukosa darah tetap tinggi yang mana hal ini dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi, menyebabkan diabetes gestasional.

Orang yang obesitas sebelum dan sewaktu kehamilan, memiliki riwayat keluarga diabetes atau keturunan Asia Tenggara dan Timur Tengah memiliki resiko tinggi untuk terjadinya diabetes gestasional. Kebanyakan wanita dengan diabetes gestasional tidak menunjukkan gejala. Untungnya, sebagian besar kasus diabetes gestasional dapat diatasi dengan perubahan pola makan dan olahraga. Hanya pada sebagian kecil kasus dimana terapi insulin diperlukan untuk mengatasi kondisi ini.

Gejala Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional terkadang tidak menimbulkan gejala, maka perlu dilakukan pengujian untuk memastikannya. Terkadang seseorang tidak menyadari jika telah menderita penyakit diabetes sebelumnya. Jika Anda memiliki diabetes jenis lain, maka tubuh akan menunjukkan tanda diabetes gestasional berikut ini:

  • Peningkatan rasa haus
  • Peningkatan frekuensi buang air keci
  • Rasa lapar meningkat
  • Penglihatan kabur

Kehamilan menyebabkan kebanyakan wanita lebih sering buang air kecil dan merasa lebih lapar. Jadi memiliki gejala-gejala ini tidak selalu berarti bahwa seorang wanita memiliki diabetes. Bicarakan dengan dokter jika Anda mengalami gejala diabetes gestasional tersebut, sehingga Anda dapat diuji untuk diabetes setiap saat selama kehamilan.

Mencegah Diabetes Gestational

Untuk mencegah diabetes gestasional, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan antara lain:

  • Kurangi konsumsi gula sederhana -biasanya terdapat pada minuman dan camilan manis– dan atur pola makan sesuai kebutuhan kalori ibu hamil. Sebaiknya konsultasi dengan ahli gizi, karena jika kalori kurang, berisiko terjadi hipoglikemia (kadar gula darah turun drastis ditandai lemas, keringat dingin dan pingsan). Dokter akan terus memantau kadar gula darah. Kalau turun, lanjutkan diet. Jika tidak turun atau malah naik, diet disertai langkah berikutnya.
  • Kontrol darah berkala, baik saat kontrol rutin maupun periksa sendiri. Beli alat pengukur kadar gula darah yang praktis.
  • Suntik insulin. Karena selama hamil tidak boleh makan obat-obatan penekan gula darah yang merangsang produksi insulin, maka digunakan suntikan insulin. Dosis sesuai kebutuhan, ada yang disuntikkan sekali sebelum sarapan, ada yang setiap waktu makan. Anda bisa belajar menyuntik sendiri. Pahami prinsip sterilitas, ragam insulin, dosis dan penyediaan insulin yang tepat. Pemberian insulin tidak berakibat buruk bagi janin, justru memastikan janin tumbuh baik, dan meminimalkan risiko komplikasi lainnya.
  • Pantau hipoglikemi, jangan sampai gula darah drop. Ngemil teratur tapi bukan camilan manis.
  • Olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang, dan merapikan rumah yang tak terlalu berat bagi ibu hamil, akan menurunkan kadar gula darah.

Untuk mengobati dan mencegah diabetes gestational Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen herbal yang baik untuk metabolisme tubuh. S-Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S-Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit.

S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Diabetes Gestasional

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*