was successfully added to your cart.

Diabetes Insipidus Dan Gejalanya

By January 29, 2016 Uncategorized

Diabetes Insipidus Dan Gejalanya

 

Diabetes insipidus adalah kondisi yang cukup langka, dengan gejala selalu merasa haus dan pada saat bersamaan sering membuang air kecil dalam jumlah yang sangat banyak. Jika sangat parah, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari. Diabetes insipidus sendiri berbeda dengan diabetes melitus. Diabetes melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah di atas normal. Diabetes insipidus, pada lain sisi tidak terkait dengan kadar gula dalam darah.

Diabetes Insipidus Dan Gejalanya

Diabetes Insipidus Dan Gejalanya

Penyakit diabetes insipidus dapat menyerang siapa saja, namun kasus penyakit diabetes inspidus masih jarang dijumpai. Namun, tentu saja semua orang tidak berharap untuk terserang penyakit ini. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk mempelajari penyebab diabetes insipidus. Gejala-gejala pada penyakit diabetes insipidus hampir sama dengan gejala-gejala yang dijumpai pada penderita diabetes melitus. Diabetes insipidus merupakan penyakit yang membuat si penderita mengeluarkan cairan tubuh terus menerus melalui urin dan selalu merasa haus.

Urine yang dikeluarkan oleh penderita diabetes insipidus berbeda dengan penderita diabetes melitus yang yang mengandung gula karena ternyata urin dari penderita diabetes insipidus tidak mengandung glukosa atau gula dalam jumlah yang tinggi. Oleh karena itulah diabetes insipidus tidak termasuk dalam kategori penyakit kencing manis. Jika anda ingin mengetahui penyebab diabetes insipidus, anda perlu tahu terlebih dahulu tipe -tipe diabetes insipidus yakni diabetes insipidus sentral dan diabetes insipidus nefrogenesis. Kedua jenis penyakit diabetes inisipidus ini disebabkan oleh faktor yang berbeda.

  1. Diabetes Insipidus Sentral

Disebabkan oleh gangguan pada proses produksi hormin antidiurektik. Penyebab utama dapat terletak di hipotalamus yang mengalami gangguan. Gangguan pada hipotalamus bisa disebabkan karena tumor atau cidera pada hipotalamus, kerusakan pada kelenjar hipofisis, dan gangguan pembuluh darah.

  1. Diabetes Insipidus Nefrogenesis

Tipe diabetes insipidus yang kedua adalah diabetes insipidus nefrogenesis. Penyakit ini biasanya disebabkan karena adanya masalah pada ginjal Penyebab diabetes insipidus ini adalah ginjal tidak mampu memberi respon pada hormon vasopresin yang berfungsi sebagai antidiurektik. Walaupun hormon vasopresin diproduksi secara normal tetapi ginjal tidak dapat merespon, hal ini tetap membuat cairan urin tidak dapat dikontrol sehingga si penderita akan sangat sering buang air kecil daripada orang yang normal. Untuk mendiagnosis apakah seseorang terkenan penyakit ini, mereka harus menjalani tes yang lumayan berat.

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala utama dari diabetes insipidus adalah selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak. Anda akan selalu dihantui perasaan haus meski sudah minum banyak sekali air. Jumlah urine yang dikeluarkan penderita diabetes insipidus tiap harinya adalah sekitar 3-20 liter, mulai dari kasus diabetes insipidus yang ringan hingga kasus yang paling parah. Kencing yang dialami penderita kondisi ini bisa sebanyak 3-4 kali per jam.

Gejala yang muncul di atas bisa mengganggu aktivitas sehari-hari maupun pola tidur Anda. Akibatnya akan muncul rasa lelah, mudah marah, dan sulit untuk berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Diabetes insipidus pada anak-anak mungkin lebih sulit untuk dikenali, apalagi anak tersebut belum bisa berkomunikasi dengan baik. Gejala pada anak yang menderita dengan diabetes insipidus adalah:

  • Mengompol pada waktu tidur.
  • Mudah terusik atau marah.
  • Menangis secara berlebihan.
  • Suhu tubuh tinggi atau hipertermia.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Kehilangan selera makan.
  • Merasa kelelahan dan keletihan.
  • Pertumbuhan lebih lambat.

Pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami dua gejala utama dari diabetes insipidus, yaitu selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak.

Pengobatan Diabetes Insipidus

Pada diabetes insipidus kranial, pengobatan mungkin tidak perlu dilakukan pada kasus yang ringan. Untuk mengimbangi jumlah cairan yang terbuang, Anda perlu mengonsumsi air lebih banyak. Terdapat obat yang berfungsi untuk meniru peran hormon antidiuretik bernama desmopressin. Jika memang diperlukan, Anda bisa mengonsumsi obat ini.

Sedangkan pada diabetes insipidus nefrogenik, obat yang digunakan untuk mengatasinya adalah thiazide diuretik. Obat ini berfungsi menurunkan jumlah urine yang dihasilkan oleh organ ginjal.

Untuk mengobati penyakit diabetes insipidus Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen herbal yang baik untuk metabolisme tubuh. S-Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S-Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit, penyakit diabetes keturunan.

S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mataKatarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Minus / Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Diabetes Insipidus Dan Gejalanya

Leave a Reply

*

1
×
Assalamu'alaikum.... ada yang bisa kami bantu ? :)