Diabetes Melitus dan Insipidus

Diabetes Melitus dan Insipidus

 

Apa perbedaan Diabetes Melitus dan Insipidus ? Diabetes merupakan penyakit yang mematikan dimana penderitanya mempunyai kadar gula darah berlebih. Diabetes disebut juga sebagai penyakit kencing manis karena kencingnya mengandung gula. Untuk membuktikan apakah air seni anda mengandung gula berlebih atau tidak cukup mudah. Bilamana bekas air seni di lantai toilet banyak dikerumuni semut maka dipastikan air seni anda mengandung gula.

Diabetes Melitus dan Insipidus

Diabetes Melitus dan Insipidus

Penyakit diabetes dibagi 2 yaitu diabetes melitus dan insipidus. Nah kali ini kami akan menguraikan mengenai diabetes melitus dan insipidus. Dua istilah diabetes tersebut sering muncul di tengah masyarakat. Mari kita baca ulasannya dibawah ini.

Perbedaan Diabetes Melitus dan Insipidus

  • Diabetes Melitus

Diabetes melitus atau sering disebut juga penyakit kencing manis merupakan penyakit yang disebabkan oleh berlebihannya kadar glukosa dalam darah. Hal ini dikarenakan kurangnya produksi hormon insulin yang berfungsi untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dalam darah manusia. Akibat dari glukosa dalam darah yang tidak dapat mengubahnya ke bentuk lain sehingga terjadilah penumpukkan jumlah glukosa dalam darah dan terjadilah tingginya konsentrasi gula dalam darah. Pada umumnya diabetes melitus ini disebabkan karena rusaknya sebagian kecil dari sel-sel betha atau pulau-pulau langerhans pada pankreas dimana fungsinya menghasilkan hormon insulin.

  • Diabetes Insipidus

Merupakan penyakit yang ditandai dengan terlalu banyak kencing karena disebabkan tubuh yang kekurangan hormon ADH (Antidiuretic hormone), sedangkan hormon ADH yaitu senyawa hormon yang berfungsi menstimulasi ginjal untuk melakukan penyerapan air lebih banyak dari pada urin yang akan dibuang keluar tubuh. Nah, karena kurangnya hormon ADH inilah yang mengakibatkan ginjal tidak bisa menyerap kelebihan air sehingga air tersebut langsung dibuang keluar tanpa ada proses penyerapan kembali. Itulah sebabnya penderita diabetes insipidus berdampak pada terlalu seringnya mengeluarkan air kencing dalam jumlah yang tidak normal. Diabetes Melitus dan Insipidus

Gejala Diabetes Melitus dan Insipidus

Gejala Diabetes Melitus

Gangguan metabolisme karbohidrat ini menyebabkan tubuh kekurangan energi, itu sebabnya penderita diabetes melitus umumnya terlihat lemah, lemas dan tidak bugar. Adapun gejala umum yang dirasakan oleh penderita diabetes adalah:

  • Mudah lapar dan banyak makan.
  • Mudah lelah dan sering mengantuk.
  • Penglihatan kabur.
  • Sering pusing dan mual.
  • Koordinasi gerak anggota tubuh terganggu.
  • Berat badan menurun terus.
  • Sering kesemutan dan gatal – gatal pada tangan dan kaki.

Gejala Diabetes Insipidus

Gejala utama dari diabetes insipidus adalah selalu merasa haus dan sering buang air kecil dalam jumlah banyak. Anda akan selalu dihantui perasaan haus meski sudah minum banyak sekali air. Jumlah urine yang dikeluarkan penderita diabetes insipidus tiap harinya adalah sekitar 3-20 liter, mulai dari kasus diabetes insipidus yang ringan hingga kasus yang paling parah. Kencing yang dialami penderita kondisi ini bisa sebanyak 3-4 kali per jam. Diabetes Melitus dan Insipidus

Gejala yang muncul di atas bisa mengganggu aktivitas sehari-hari maupun pola tidur Anda. Akibatnya akan muncul rasa lelah, mudah marah, dan sulit untuk berkonsentrasi dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Diabetes insipidus pada anak-anak mungkin lebih sulit untuk dikenali, apalagi anak tersebut belum bisa berkomunikasi dengan baik.

Penyebab Diabetes Melitus dan Insipidus

Diabetes Melitus terjadi karena kekurangan jumlah hormon insulin atau kurang sempurnanya kerja insulin, yaitu hormon yang bertugas membawa glukosa (gula) darah ke dalam sel untuk pembentukan energi. Sedangkan Diabetes Insipidus terjadi karena gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone/ADH) yang mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan hipotalamus, yaitu jaringan khusus di otak. Hormon ini disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Kelenjar pituitari akan mengeluarkan hormon antidiuretik ini saat kadar air di dalam tubuh terlalu rendah. ‘Antidiuretik’ berarti bersifat berlawanan dengan ‘diuresis’. ‘Diuresis’ sendiri berarti produksi urine. Hormon antidiuretik ini membantu mempertahankan air di dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine. Diabetes Melitus dan Insipidus

Yang menyebabkan terjadinya diabetes insipidus adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang atau ketika ginjal tidak lagi merespons seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dan tidak bisa menghasilkan urine yang pekat. Orang yang mengalami kondisi ini akan selalu merasa haus dan minum lebih banyak karena berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang hilang. Diabetes Melitus dan Insipidus

Cara Mencegah, Mengobati Diabetes Melitus dan Insipidus

Cara agar Diabetes Melitus dan Insipidus sembuh secara alami setidaknya diperlukan waktu dalam penyembuhannya, karena tergantung dengan metabolisme tubuh serta berat ringannya keluhan. Dan lebih bagus lagi sebagai perlindungan dan pencegahan Diabetes Melitus dan Insipidus sebaiknya penderita Diabetes Melitus dan Insipidus mengkonsumsi Super Lutein (S-Lutena) sebagai suplemen harian. Kandungan lutein dan zeaxanthin dalam super lutein ini mempunyai andil dalam kesehatan tubuh secara menyeluruh. Super Lutein (S-Lutena) adalah obat herbal yang 100% herbal organik yang cara kerjanya memperbaiki metabolisme tubuh terlebih dahulu. Penyembuhan Super Lutein secara bertahap dan pasti.

S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Diabetes Melitus dan Insipidus

Diabetes Melitus dan Insipidus

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*