was successfully added to your cart.

Diabetes Melitus Pada Anak

By February 26, 2016 Uncategorized

Diabetes Melitus Pada Anak

 

Diabetes Melitus Pada Anak, Diabetes Melitus tipe 1 yang menyerang anak-anak sering tidak terdiagnosis oleh dokter karena gejala awalnya yang tidak begitu jelas, bahkan hingga sampai ke gejala lanjut seperti mual, muntah, nyeri perut, sesak nafas, dan koma pun diagnosis belum bisa ditegakkan. Gejala-gejala tersebut bisa dikatakan umum sehingga sering disalahartikan sebagai penyakit usus buntu atau infeksi. Padahal kesalahan atau keterlambatan diagnosis dapat mengakibatkan kematian.

Diabetes Melitus Pada Anak

Diabetes Melitus Pada Anak

Seorang anak baru akan terdeteksi menderita diabetes melitus pada usia 7 tahun ke atas. Hal itu ditandai dengan beberapa gejala yang mirip dengan gejala diare seperti muntah, sering buang air besar, kesadaran menurun (koma), dehidrasi berat, kejang-kejang dan sebagainya. Namun yang membedakan secara spesifik, ditemukan nafas si anak berbau asam (aseton).

Kondisi demikianlah yang membuat orang tua acapkali salah dalam menilai kondisi kesehatan buah hatinya. Akan banyak orangtua melihat gejala yang terjadi pada anaknya sebagai diare berat. Seringkali, anak penderita diabetes dibawa ke rumah sakit dalam keadaan koma. Perlu langkah-langkah antisipatif menanggapi hal tersebut. Disinilah andil orangtua sangat berperan penting. Diperlukan pemantauan dari kebiasaan makan dan aktivitas fisik anaknya di rumah disamping memperhatikan perkembangan berat badan anak.

Penyebab Penyakit Diabetes Melitus Pada Anak

Berikut beberapa penyebab diabetes melitus pada anak, antara lain :

  • Terlalu banyak mengkonsumsi makanan dengan kadar gula tinggi sehingga tidak dapat disimpan dalam hati dan sel otot (glikogen).
  • Gula dalam darah tidak bisa amaksimal masuk dalam sel
  • Hormon lainnya telah banyak mengubah zat-zat seperti karbohidrat dan protein menjadi glukosa sehingga kadar gula dalam darah meningkat.

Orangtua sebaiknya segera mengonsultasikan ke dokter spesialis anak dan melakukan pemeriksaan gula darah atau gula dalam urine bila menjumpai gejala-gejala diabetes melitus pada anak berikut :

  • Sering sekali buang air kecil atau mengompol, karena tubuh berusaha mengeluarkan glukosa yang berlebihan lewat urine.
  • Banyak minum, untuk mengantikan cairan yang keluar saat buang air kecil.
  • Mudah lapar, si kecil mengonsumsi banyak makanan, namun tidak diiringi dengan peningkatan berat badan. Sebaliknya berat badan justru menurun tanpa sebab yang jelas walaupun porsi makan si kecil lebih banyak dari biasanya.
  • Cepat lelah, karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk energi.

Diabetes Melitus Pada Anak, Orangtua yang memiliki riwayat Diabetes Melitus dihimbau untuk memberikan perhatian ekstra kepada anaknya agar tidak kegemukan dan memiliki kegiatan fisik untuk menjaga kebugaran tubuhnya meninjau besarnya peluang terkena Diabetes Melitus pada anak kendati terlihat sehat-sehat saja.

Diabetes melitus pada anak dapat dan mengganggu proses tumbuh kembangnya bahkan berujung pada kematian. Anak yang terkena Diabetes Melitus hendaknya menjalani terapi insulin daripada mengkonsumsi obat-obatan. Yang terpenting, anak yang menderita diabetes juga perlu dijaga pola makannya dan olahraga secara teratur, Diabetes Melitus Pada Anak.

Mencegah Diabetes Melitus Pada Anak

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah si kecil dari penyakit diabetes melitus pada anak, diantaranya:

  • Menerapkan pola hidup sehat.
  • Mengatur pola makan yang seimbang dan tidak berlebihan gula.
  • Kurangi makanan junk food dan minuman bersoda.
  • Ajarkan si kecil untuk rutin berolahraga secara teratur.

Yang tidak kalah penting adalah para orang tua perlu memberi contoh dan inspirasi bagi si anak bagaimana menjaga kesehatan tubuh, dan tidak mengkonsumsi jenis makanan apapun secara berlebihan.

Untuk mengobati dan mencegah diabetes melitus pada anak, Anda dapat mengobati dan mencegah diabetes pada anak dengan mengkonsumsi suplemen herbal yang baik untuk metabolisme tubuh. S-Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S-Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit.

S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Diabetes Melitus Pada Anak

Leave a Reply

*

1
×
Assalamu'alaikum.... ada yang bisa kami bantu ? :)