was successfully added to your cart.

Diabetes Melitus Penyakit Keturunan

By August 10, 2016 Uncategorized

Diabetes Melitus Penyakit Keturunan

 

Diabetes Melitus adalah penyakit yang mempengaruhi gula darah, hal ini terjadi karena glukosa (gula sederhana) di dalam darah terlalu tinggi. Sehingga tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar atau tidak sempurna. Dalam kinerjanya, makanan setelah cenderung membuat glukosa darah meningkat dan akan merangsang pankreas untuk memproduksi insulin. Insulin bergerak membuat gula ke dalam sel untuk diubah menjadi energi atau sebagai cadangan energi.

Diabetes Melitus Penyakit Keturunan

Diabetes Melitus Penyakit Keturunan

Namun, jika terlalu banyak glukosa dalam darah sulit untuk membuat insulin bekerja dengan baik. Hal ini dapat terjadi biasanya pada orang yang memiliki usia lebih dari 30 tahun atau lebih tua. Dengan kurangnya aktivitas yang mengeluarkan energi dapat menjadi pemicu tumbuhnya penyakit diabetes melitus. Kadar gula darah dalam batasan normal adalah antara 70-110mg/liter.

Gejala Diabetes Melitus

Gangguan metabolisme karbohidrat ini menyebabkan tubuh kekurangan energi, itu sebabnya penderita diabetes melitus umumnya terlihat lemah, lemas dan tidak bugar. Adapun gejala umum yang dirasakan oleh penderita diabetes melitus adalah:

  • Banyak kencing terutama pada malam hari
  • Gampang haus dan banyak minum
  • Mudah lapar dan banyak makan
  • Mudah lelah dan sering mengantuk
  • Penglihatan kabur
  • Sering pusing dan mual
  • Koordinasi gerak anggota tubuh terganggu
  • Berat badan menurun terus
  • Sering kesemutan dan gatal – gatal pada tangan dan kaki

Apakah diabetes melitus merupakan penyakit keturunan ?

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga pengidap diabetes melitus , dapat beresiko lebih tinggi untuk terkena diabetes penyakit keterunan, baik itu diabetes tipe 1 maupun diabetes tipe 2. Namun tak semua anak yang memiliki orangtua dengan diabetes melitus, akan mengembangkan penyakit yang sama dikemudian hari. Hal ini sangat tergantung pada faktor lain yang tak kalah penting yaitu faktor lingkungan serta kebiasaan gaya hidup yang kita jalani.

Meskipun seseorang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes melitus, akan tetapi ia bisa menerapkan pola hidup yang dapat mencegah perkembangan penyakit ini. Maka kemungkinan besar orang tersebut tidak akan mengalami diabetes. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah:

  1. Berat badan

Diabetes dapat terjadi pada orang-orang yang memiliki kelebihan berat badan (obesitas). Untuk itu, sebaiknya orang-orang yang beresiko terkena penyakit membahayakan ini selalu menjaga berat badannya agar tetap ideal.  Hal ini dapat dilakukan dengan olah raga secara rutin, maupun mengkonsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, maupun biji-bijian.

  1. Pola makan

Faktor ini juga sangat berpengaruh pada besarnya resiko penyebab diabetes penyakit keturunan. Dimana seseorang yang rajin mengkonsumsi makanan maupun minuman yang terlalu manis, mengandung banyak lemak, serta kolesterol dapat beresiko lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes.

  1. Istirahat

Seseorang yang memiliki frekuensi dan kualitas istirahat yang buruk juga dapat mengembangkan resiko timbulnya diabetes. Hal ini disebabkan oleh kurangnya istirahat dapat mempengaruhi atau meningkatkan nafsu makan seseorang, sehingga pada akhirnya dapat menimbulkan bahaya obesitas.

  1. Stress

Stress yang berlebihan akan menimbulkan dampak terjadinya obesitas maupun tekanan darah tinggi (hipertensi) yang memicu peningkatan resiko diabetes penyakit keturunan. Dengan mendapatkan istirahat yang cukup, berolahraga, maupun melakukan refresing dapat membantu terhindar dari gangguan stress.

  1. Gerakan fisik

Seseorang yang kurang gerak dapat meningkatkan resiko terkena gangguan diabetes melitus. Karena kurang gerak dapat menyebabkan terjadinya obesitas, maupun tidak lancarnya peredaran darah dalam tubuh yang pada akhirnya dapat memicu stress maupun hipertensi. Untuk itu, sangat dianjurkan bagi kita untuk meluangkan waktu disela-sela kesibukan untuk melakukan latihan (olah raga) seperti aerobik, senam, jogging, berenang, maupun olah raga lainnya yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan jumlah maupun aktivitas insulin dalam tubuh.

Untuk mengobati dan mencegah diabetes melitus, dapat diobati dan dicegah dengan mengkonsumsi suplemen herbal yang baik untuk metabolisme tubuh. S-Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S-Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit.

S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Sudah banyak orang yang membuktikan khasiat dari S.Lutena. Jadi tunggu apalagi ?! Kini Giliran ANDA !! Segera pesan S.Lutena TERMURAH agar tidak kehabisan stock !!

S.Lutena sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Diabetes Melitus Penyakit Keturunan

Leave a Reply

*

1
×
Assalamu'alaikum.... ada yang bisa kami bantu ? :)