was successfully added to your cart.

Diabetes Melitus Tipe 2

By December 7, 2016 Uncategorized

Diabetes Melitus Tipe 2

 

Kenali Diabetes Melitus Tipe 2 !! Diabetes Melitus adalah penyakit jangka panjang yang ditandai dengan kadar gula darah yang sangat tinggi. Sel-sel dalam tubuh manusia membutuhkan energi dari gula (glukosa) untuk bisa berfungsi dengan normal. Yang biasanya mengendalikan gula dalam darah adalah hormon insulin. Jika tubuh kekurangan insulin atau muncul resistansi terhadap insulin pada sel-sel tubuh, kadar zat gula (glukosa) darah akan meningkat drastis. Inilah yang memicu dan menjadi penyebab penyakit diabetes (diabetes melitus).

Diabetes Melitus Tipe 2

Diabetes Melitus Tipe 2

Diabetes melitus tipe 2 diduga disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Banyak pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki anggota keluarga yang juga menderita diabetes melitus tipe 2 atau masalah kesehatan lain yang berhubungan dengan diabetes, misalnya kolesterol darah yang tinggi, tekanan darah tinggi (hipertensi) atau obesitas. Keturunan ras Hispanik, Afrika dan Asia memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menderita diabetes melitus tipe 2. Sedangkan faktor lingkungan yang mempengaruhi risiko menderita diabetes melitus tipe 2 adalah makanan dan aktivitas fisik kita sehari-hari.

Gejala Diabetes Tipe Melitus 2

Gejala diabetes melitus bisa saja berbeda-beda pada setiap orang. Tingginya kadar glukosa dalam darah dapat menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut :

  • Sering merasa haus
  • Sering merasa lapar, bahkan setelah makan
  • Frekuensi buang air kecil (urinasi) meningkat
  • Mulut kering
  • Mual atah muntah
  • Berat badan menurun drastis
  • Kelelahan (lemah dan merasa capai)
  • Sakit kepala
  • Pandangan kabur
  • Mudah mengalami infeksi kulit
  • Luka yang lambat sembuh, walaupun hanya berupa luka gores

Hampir semua pengidap diabetes melitus merupakan diabetes melitus tipe 2. Berikut ini beberapa orang yang rentan terkena diabetes melitus tipe 2, antara lain :

  • Orang dewasa yang berusia lebih dari 40 tahun

Hal ini disebabkan pada usia tersebut produksi insulin pada pankreas cenderung menurun akibat faktor usia. Jika pada usia tersebut salah dalam memilih pola makan, maka dapat berakibat kelebihan kadar gula karena jumlah insulin yang diproduksi tubuh tidak sebanding dengan jumlah makanan yang masuk.

  • Orang yang kelebihan berat badan (obesitas)

Berdasarkan hasil sebuah survey dikatakan bahwa sekitar 80%-90% penderita diabetes melitus tipe 2 adalah mereka yang kelebihan berat badan (obesitas). Jadi pada diabetes melitus tipe 2 ini penyebabnya bukan karena makan yang manis-manis melainkan karena jumlah konsumsi yang berlebihan sehingga cadangan gula darah di dalam tubuh menumpuk. Jika kita menilik lebih jauh, pada umumnya jumlah konsumsi makan yang berlebihan disebabkan karena pergeseran gaya hidup yang serba enak tanpa memperhatikan gizi yang seimbang dan diimbangi olahraga secara teratur.

  • Perubahan perilaku gaya hidup

Orang yang kaya biasanya memiliki kebiasaan hidup kurang gerak karena semua dikerjakan oleh pembantu-pembantunya. Bahkan naik mobil saja sudah disediakan sopir pribadi yang akan menemani mereka pergi. Akibatnya tubuh mereka kurang gerak, metabolisme tubuhnya menjadi lambat, yang pada akhirnya terjadilah kegemukan dan penumpukan gula darah di dalam tubuh.

Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2

Anda dapat mencegah datangnya diabetes melitus tipe 2 dalam tubuh Anda yaitu dengan cara :

  • Diet menurunkan berat badan, jika Anda mengalami kelebihan berat badan. Melalui pengaturan pola makan yang tepat akan terhindar dari kelebihan kadar gula dalam darah.
  • Melakukan olahraga secara rutin selama 15-60 menit, minimal 3 kali dalam seminggu. Adapun olahraga yang dianjurkan yaitu : jalan kaki, renang, senam dan bersepeda. Selain mencegah kegemukan, olahraga juga dipercaya dapat membakar gula dalam darah sehingga dapat mencegah penumpukan gula dalam darah.
  • Kurangi konsumsi gula, serta hindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gula seperti soft drink, permen, es krim, roti manis dan lain sebagainya. Dengan mengurangi konsumsi gula, beban kerja pankreas dalam memproduksi insulin menjadi lebih ringan.
  • Sebaiknya mendekati usia 40 tahun, Anda periksakan kadar gula darah Anda secara teratur terutama jika keluarga Anda ada silsilah keluarga menderita diabetes melitus. Dengan memeriksakan secara dini diharapkan jika terdeteksi gejala diabetes dapat segera tertangani dengan baik.

Bagi ibu hamil yang menderita diabetes melitus, disarankan untuk melakukan perawatan prenatal dini secara teratur agar dapat meningkatkan kesehatan ibu dan si bayi. Dengan mengetahui faktor risiko diabetes kehamilan dan melakukan tes screening prenatal pada usia 24 – 28 minggu kehamilan akan membantu mendeteksi diabetes gestational secara dini. Diabetes gestational sendiri merupakan komplikasi diabetes pada saat kehamilan yang dapat mengakibatkan kelahiran cacat pada bayi khususnya pada jantung dan tulang belakang. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar glukosa pada awal kehamilan yang dapat menghilangkan oksigen pada embrio.

.

Diabetes Melitus Tipe 2

Leave a Reply

*

1
×
Assalamu'alaikum.... ada yang bisa kami bantu ? :)