was successfully added to your cart.

Diabetes Nefropati

By January 25, 2017 Uncategorized

Diabetes Nefropati

 

Diabetes Nefropati atau Nefropati Diabetic terjadi akibat komplikasi diabetes dan hipertensi yang menyebabkan timbulnya penyakit ginjal kronik. Komplikasi ini terjadi akibat diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Tidak semua pengidap diabetes otomatis akan mengalami kerusakan ginjal. Meski demikian, risiko terhadap penyakit ini tetap harus diwaspadai, karena nefropati diabetik merupakan penyebab paling umum dari gagal ginjal.

Diabetes Nefropati

Diabetes Nefropati

Ginjal kita memiliki ratusan ribu nephrons, terdiri dari saringan (glomerulus) dan pembuluh halus yang meliuk-liuk (tubulus) berfungsi membantu tubuh untuk menyaring darah, membuang limbah dari tubuh, serta mengendalikan keseimbangan cairan tubuh. Nephrons tersebut perlahan-lahan akan menebal, menjadi jaringan parut, dan rusak apabila tubuh kita terus memiliki kadar gula yang terlalu tinggi akibat diabetes. Inilah yang lama-kelamaan akan menyebabkan ginjal kehilangan fungsinya sedikit demi sedikit dalam beberapa tahun.

Gejala-gejala Diabetes Nefropati

Pada tahap awal perkembangannya, Diabetes Nefropati sering tanpa gejala. Bila sudah melewati tahap awal, di mana sudah ada kerusakan ginjal berlanjut, maka gejala yang timbul berupa lemas, lelah, dan merasa kurang sehat.

Gejala yang lebih spesifik cenderung dirasakan pengidap seiring bertambahnya tingkat keparahan penyakit ini (biasanya setelah 5 hingga 10 tahun  setelah kerusakan ginjal mulai terjadi). Beberapa gejala dan tanda klinis meliputi :

  • Tidak nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Sulit berpikir jernih.
  • Pembengkakan di sekitar mata.
  • Kulit yang kering dan gatal.
  • Kram otot.
  • Gangguan tidur.
  • Pembengkakan pada kaki serta pergelangan kaki.
  • Mual dan muntah.
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil.

Karena indikasi awal Diabetes Nefropati yang kurang jelas, para pengidap diabetes dianjurkan untuk rutin menjalani pemeriksaan kesehatan agar fungsi ginjalnya dapat dipantau. Penanganan sedini mungkin sangatlah penting guna mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah serta komplikasi.

Apa penyebab Diabetes Nefropati ?

Setiap ginjal memiliki sekitar 1 juta nefron. Nefron adalah struktur kecil yang menyaring sisa kotoran dari darah Anda. Diabetes dapat menyebabkan nefron menebal dan menimbulkan bekas luka, yang membuat mereka kurang mampu menyaring sisa kotoran dan mengeluarkan cairan dari tubuh. Hal ini menyebabkan bocornya sejenis protein yang disebut albumin dalam urin Anda, yang menyebabkan Diabetes Nefropati.

Alasan tepat mengenai kenapa hal ini terjadi pada orang dengan diabetes tidak diketahui, tetapi kadar gula darah tinggi dan tekanan darah tinggi, memberikan kontribusi nefropati diabetik. Kadar gula atau tekanan darah yang terus-menerus tinggi adalah dua hal yang dapat merusak ginjal, membuat mereka tidak dapat menyaring sisa kotoran dan membuang air dari tubuh Anda.

Faktor Risiko Diabetes Nefropati

Tiap pengidap diabetes memiliki risiko mengalami nefropati diabetik, namun tidak semuanya pasti akan mengidap penyakit ini. Terdapat sejumlah faktor yang bisa mempertinggi risiko Diabetes Nefropati pada pengidap diabetes. Di antaranya adalah:

  • Kadar gula darah yang tidak dikendalikan dengan baik. Kadar gula darah yang terus-menerus tinggi akan menambah potensi Diabetes Nefropati.
  • Risiko nefropati diabetik akan meningkat seiring tingginya tekanan darah Anda.
  • Jenis kelamin. Pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami nefropati diabetik.
  • Jangka waktu seseorang mengidap diabetes. Semakin lama seseorang mengidap diabetes, risikonya untuk terkena nefropati diabetik akan bertambah.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Rokok tidak hanya meningkatkan risiko nefropati diabetik, tapi juga berbagai penyakit lain.

Pencegahan Diabetes Nefropati

Gaya hidup yang kita jalani akan memengaruhi kondisi kesehatan kita, termasuk risiko Diabetes Nefropati. Penyakit ini dapat dihindari dengan cara memperbaiki gaya hidup dengan langkah-langkah sederhana seperti :

  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Khususnya bagi pengidap kerusakan ginjal yang harus mengurangi konsumsi protein dan sodium.
  • Menjaga berat badan dan lingkar perut agar tetap ideal.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Berhenti merokok.
  • Berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.

Selain itu Diabetes Nefropati juga dapat dicegah dan diobati dengan mengkonsumsi suplemen herbal yang baik untuk metabolisme dan kesehatan tubuh. S-Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan.  S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik.

S-Lutena juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Diabetes Nefropati

Leave a Reply

*

1
×
Assalamu'alaikum.... ada yang bisa kami bantu ? :)