was successfully added to your cart.

Diabetes Pada Anak

By June 24, 2014 Uncategorized

Diabetes Pada Anak

Saat ini banyak orang dan mungkin anda beranggapan bahwa diabetes adalah penyakit yang hanya diderita orang dewasa atau bahkan lansia. Padahal, berdasarkan kenyataannya Ancaman Diabetes pada Anak-anak terus meningkat. Berdasarkan data di tahun 2011 dari International Diabetes Federation, diperkirakan 366 juta orang di dunia menderita diabetes. Dan dari jumlah tersebut 78.000 diantaranya adalah anak-anak yang menderita diabetes tipe 1. Data tersebut tentu hanya didapat dari dokter endokrinologi, padahal sebenarnya masih banyak yang belum terdiagnosa. Fenomena peningkatan jumlah pasien diabetes pada anak ini tentu menjadi bom waktu bagi masalah kesehatan di dunia.

diabetes pada anak

diabetes pada anak

Diabetes pada anak umumnya disebut tipe 1, yaitu pankreas rusak dan tak lagi mampu memproduksi insulin dalam jumlah memadai sehingga terjadi defisit absolut insulin. Sebaliknya, diabetes pada orang dewasa umumnya disebut tipe 2, yaitu terjadi kerusakan sel tubuh meskipun insulin sebenarnya tersedia memadai sehingga terjadi defisit relatif insulin.

Diabetes tipe 1 pada anak sering kali didahului keluhan sakit perut berulang dan riwayat infeksi virus, seperti parotitis (atau gondhongen), cacar air (cangkrangen), diare akut, dan flu singapura (HMFD), yang diikuti penyebaran virus sampai ke dan merusak pankreas.

Diabetes pada anak juga memungkinkan untuk terjadi, dan tentu saja berisiko bagi anak Anda. Sejatinya, penyebab diabetes pada anak belum dapat diketahui secara jelas karena ini merupakan kondisi aneh dimana seorang anak telah menderita diabetes meskipun usianya relatif muda.

Tetapi, para ahli telah menemukan sebuah kesimpulan dimana sistem kekebalan tubuh anak menjadi begitu rentan dan biasanya akan mudah terserang bakteris berbahaya serta virus. Genetikan juga dikatakan dapat memainkan peranan dalam hal ini.

Para ahli kesehatan mengatakan obesitas masa kanak-kanak dapat menyebabkan meningkatnya jumlah anak-anak dengan diabetes. Hes mengatakan banyak pencegahan yang bisa dilakukan, dimulai dengan orangtua yang dapat mengontrol makanan anaknya.

Beberapa gejala diabetes pada anak

Selama beberapa minggu, anak akan mengalami beragam hal berikut yang mungkin saja menjadi sinyal bahwa mereka terkena diabetes.

  •  Rasa haus yang amat sering
  •  Kelelahan
  •  Sering buang air kecil
  • Sakit perut
  • Sakit kepala
  •   Dan mengalami masalah perilaku

Satu hal yang pasti adalah sifat cepat tanggap dari orang tua mereka mengenai penyakit diabetes tersebut. anak akan membutuhkan pengobatan secara terus-menerus dan pertolongan orang tua akan sangat dibutuhkan dalam hal ini. beberapa hal yang seharusnya orang tua pelajari dan lakukan adalah sebagai berikut:

1.     Pelajari bagaimana cara melakukan suntikan insulin. Insulin biasanya disuntikkan ke kulit bagian paha atau perut.

2. Pelajari bagaimana cara mengukur glukosa darah anak dan ketahui berapa dosis kadar gula yang seharusnya ada pada anak.

3.  Mengetahui kondisi glukosa yang rendah serta apa yang harus dilakukan ketika hal itu terjadi

4.   Ajarkan anak dengan disiplin bagaimana mengelola kondisi tubuhnya, apa yang harus mereka lakukan, dan bagaimana cara menangani suatu masalah yang mungkin sjaa muncul.

5.  Kunjungi dokter secara teratur untuk mengontrol kondisi kesehatan anak.

6. Menginformasikan kondisi anak Anda kepada guru, dan teman-temannya sehingga mereka lebih bisa mengawasi serta menjaga kesehatan anak Anda

7.  Pastikan anak untuk tidak jajan sembarangan terutama yang berkaitan dengan makanan serta minuman manis

8.  Ajak anak untuk terus berolahraga secara teratur agar mereka mendapatkan kondisi tubuh yang prima.

Pengobatan

Diabetes tipe 1 pada anak memerlukan pengobatan dengan injeksi insulin, berbeda dengan orang dewasa yang lebih banyak memerlukan obat anti- diabetes oral (OAD) yang ditelan. Insulin diberikan untuk mengatasi komplikasi akut, mencegah kematian dini, mengurangi risiko terjadinya komplikasi kronis, dan mendukung aktivitas harian bersama teman sebaya, termasuk proses tumbuh kembang yang optimal.

Anak diabetes harus diberikan injeksi insulin seumur hidup meskipun sedang sakit, sehat, dalam perjalanan, ataupun menginap di luar rumah, bahkan dalam aktivitas lain.

Pengaturan makan dan olahraga merupakan hal yang tak kalah penting. Namun, anak tak perlu diet atau pengurangan porsi makan seperti penderita dewasa, kecuali jika anak tersebut kegemukan (obesitas).

Semua anak, meskipun menderita diabetes, perlu makanan yang cukup untuk mendukung proses tumbuh kembang. Olahraga dan bermain segala bentuk permainan, termasuk yang menguras tenaga dengan teman sebaya, juga harus tetap dilakukan dan tak boleh dibatasi.

Olahraga dan bermain bersama tersebut sebaiknya merupakan aktivitas yang terencana dengan baik sehingga dosis insulin dapat disesuaikan dengan tinggi rendahnya GD, sehubungan dengan peningkatan kerja otot dalam aktivitas olahraga dan bermain tersebut.

Diabetes Pada Anak

Leave a Reply

*

1
×
Assalamu'alaikum.... ada yang bisa kami bantu ? :)