was successfully added to your cart.

Penyakit Diabetes Basah

By January 14, 2016 Uncategorized

Penyakit Diabetes Basah

 

Penyakit Diabetes Basah, Di masyarakat lebih banyak mengenal penyakit diabetes dengan penyakit diabetes basah dan kering. Tetapi didalam ilmu kedokteran sebenarnya tidak ada istilah penyakit gula seperti itu. Penyakit diabetes kering itu terjadi pada orang yang menderita penyakit diabetes dengan tubuh yang kering sedangkan gula basah pada orang yang menderita penyakit ini, tetapi bentuk badannya masih gemuk. Kalau dalam ilmu kedokteran dibagi menjadi dua yaitu diabetes tipe I dan diabetes tipe II. Lalu apa perbedaan kedua jenis tersebut.

Penyakit Diabetes Basah

Penyakit Diabetes Basah

Penyakit gula tipe I merupakan penyakit diabetes yang sudah tidak dapat memproduksi insulin. Sehingga mereka harus disuntik insulin setiap harinya. Penyakit tipe ini bisa terjadi pada anak-anak dan juga remaja. Berat badan juga kurus kering, hal ini yang biasa disebut dengan penyakit gula kering pada masyarakat.

Cara pengobatannya mereka harus melakukan diet gula, olahraga yang teratur dan juga suntik insulin setiap saat untuk menormalkan kadar gula dalam darah. Selanjutnya penyakit diabetes tipe II, penyakit lebih banyak di derita pada orang yang berumur 40 tahun ke atas. Selain itu kadar insulin dalam tubuh juga masih terkontrol, sehingga tidak perlu melakukan suntik insulin setiap harinya. Penyakit diabetes tipe II ini, juga biasa disebut dengan penyakit diabetes basah.

Apa Saja Gejala Dan Tanda Penyakit Diabetes Basah Itu ?

Simak semuanya dalam uraian berikut ini. Penyakit diabetes basah adalah istilah yang dikenakan pada diabetes golongan 2 yang berada di fase lanjut. Diabetes ini biasanya terjadi pada orang-orang lanjut usia. Penyebabnya adalah kadar gula darah yang sangat tinggi dan biasanya jauh berada di atas kadar gula darah penderita diabetes kering.

Gejala dan tanda-tanda yang sama antara penyakit diabetes basah dan kering diantaranya adalah :

  1. Adanya peningkatan rasa lapar;
  2. Peningkatan rasa haus dan seringnya buang air kecil;
  3. Mulut kering akibat dehidrasi;
  4. Napas berbau buah; penglihatan yang kabur;
  5. Pegal otot akibat dehidrasi;
  6. Sensitif;
  7. Sakit kepala akibat gula darah, penglihatan yang kabur, dan tekanan darah tinggi;
  8. Gatal-gatal;
  9. Penurunan berat badan yang drastis akibat dehidrasi dan pembakaran lemak terus menerus.

Gejala Yang Hanya Terjadi Pada Penyakit Diabetes Basah

Gejala penyakit diabetes basah adalah adanya infeksi pada jaringan kulit, jaringan saraf, dan jaringan otot. Infeksi ini diakibatkan oleh bakteri Clostridium perfringens atau Bacillus fusiformis. Secara alami, infeksi biasanya terjadi pada daerah yang lembab, seperti mulut, usus, paru-paru, serviks, dan juga vulva. Sedangkan pada penderita penyakit diabetes basah, infeksi banyak terjadi di daerah kaki.

Gelaja dan tanda penyakit diabetes basah yang paling mudah terdeteksi adalah adanya infeksi yang sebenarnya berawal dari luka. Karena kadar gula darah yang tinggi, luka menjadi susah sembuh. Keadaan ini membuat bakteri hinggap dan akhirnya tumbuh berkembang sehingga infeksi bertambah parah. Jika dibiarkan, keadaan ini bisa berujung pada kebusukan sehingga bagian tersebut harus diamputasi (dipotong). Waspadai apabila mengalami gejala penyakit diabetes basah, segera lakukan pemeriksaan sebelum mengalami diabetes yang lebih parah.

Cara Mencegah Penyakit Diabetes Basah

Berikut adalah cara sederhana untuk mencegah penyakit diabetes basah :

  1. Pertahankan Berat Badan Yang Sehat

Mencegah diabetes dengan menjaga berat badan. Sebagian besar orang yang didiagnosis diabetes (biasanya tipe 2) memiliki berat badan lebih. Kelebihan berat dan lemak tubuh akan meningkatkan risiko terkena diabetes.

  1. Ketahui Riwayat Kesehatan Keluarga

Mencegah mata minus dengan mengetahui riwayat keluarga. Kemungkinan seseorang terkena diabetes di kemudian hari akan meningkat jika di dalam keluarga terdapat satu atau lebih anggota yang menderita diabetes.

  1. Tetap Aktif Secara Fisik

Olahraga teratur bisa membantu mencegah diabetes dengan mengontrol berat badan dan meningkatkan aliran darah. Olahraga sangat penting terutama jika secara genetik seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi.

  1. Makanlah Diet Yang Seimbang, Rendah Lemak Dan Gula

Mencegah diabetes dengan diet seimbang. Diabetes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya penurunan kemampuan tubuh dalam memproduksi ataupun menggunakan insulin untuk mengubah gula menjadi energi, sehingga penting untuk membatasi jumlah gula dan karbohidrat yang dikonsumsi.

  1. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan

Mencegah diabetes dengan memeriksakan gula darah. Setiap orang yang berusia diatas 45 tahun harus memiliki jadwal rutin pemeriksaan kadar gula darah setiap 3 tahun sekali. Namun, jika seseorang termasuk kelompok dengan faktor risiko tinggi, pemeriksaan rutin harus dimulai pada usia lebih dini.

Untuk mengobati penyakit diabetes basah Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen herbal yang baik untuk metabolisme tubuh. S-Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S-Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit.

S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S-Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mataKatarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Minus / Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Penyakit Diabetes Basah

Leave a Reply

*

1
×
Assalamu'alaikum.... ada yang bisa kami bantu ? :)