was successfully added to your cart.

Penyakit Diabetes Pada Anak

By December 9, 2015 Uncategorized

Penyakit Diabetes Pada Anak

 

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme karbohidrat karena jumlah insulin yang kurang, atau bisa juga karena kerja insulin yang tidak optimal. Insulin merupakan hormon yang dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang tepat. Insulin membuat gula berpindah ke dalam sel sehingga menghasilkan energi, atau disimpan sebagai cadangan energi.

Penyakit Diabetes Pada Anak

Penyakit Diabetes Pada Anak

Detail Peningkatan kadar gula darah setelah makan atau minum akan merangsang pankreas menghasilkan insulin, sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah yang lebih lanjut dan menyebabkan kadar gula darah menurun secara perlahan. Pada saat melakukan aktivitas fisik, kadar gula darah juga bisa menurun karena otot menggunakan glukosa untuk energi.

Penyakit diabetes merupakan penyebab kematian terbesar nomor lima di dunia. WHO melaporkan, jumlah kematian akibat penyakit ini di seluruh dunia adalah 3,2 juta orang per tahun. Itu artinya, setiap menit, 6 orang meninggal dunia akibat diabetes.

Tak hanya orang tua, anak-anak pun bisa terkena penyakit yang dijuluki silent killer ini. Penyebabnya beragam. Mulai obesitas, sampai faktor keturunan.

Anak dikatakan menderita DM 1 (Insulin Dependent Diabetes Mellitus), jika tubuhnya memerlukan pasokan insulin dari luar sepenuhnya karena sel-sel pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin. DM tipe 1 disebabkan oleh faktor genetik dan juga faktor pencetus lainnya.

Penyakit Diabetes tipe 1 pada anak memerlukan pengobatan dengan injeksi insulin. Insulin diberikan untuk mengatasi komplikasi akut, mencegah kematian dini, mengurangi risiko terjadinya komplikasi kronis, dan mendukung aktivitas keseharian anak. Anak diabetes harus mendapat injeksi insulin seumur hidup dalam kondisi apapun.

Sedangkan DM tipe 2 (Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus) terjadi jika pasokan insulin di pankreas tidak mencukupi sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan pengiriman glukosa ke seluruh sel tubuh, namun penderitanya tidak tergantung sepenuhnya pada pasokan insulin dari luar.

Sekitar 90 persen kasus penyakit diabetes adalah DM tipe 2. Umumnya DM tipe 2 tidak disertai dengan gejala yang spesifik, sehingga banyak penderita tidak menyadarinya.

Selama ini, banyak yang menganggap DM tipe 2 hanya diderita oleh mereka yang berusia lanjut, padahal DM tipe 2 dapat menyerang remaja bahkan anak-anak. Gaya hidup yang tidak sehat dan kegemukan menjadi faktor utama penyebab terjadinya DM2.

Penyakit Diabetes pada anak dapat menyebabkan komplikasi akut dan kronis. Komplikasi akut yang dapat berujung pada kematian pasien adalah hiperglikemi karena penyakit diabetes belum diobati serta hipoglikemi karena pengobatan yang berlebihan. Komplikasi kronis adalah kelainan pembuluh darah besar di jantung dan otak ataupun pembuluh darah kecil pada mata, ginjal, dan serabut saraf.

Hiperglikemi dapat menyebabkan anak selalu lapar, sering kencing, dehidrasi, lemah, kejang, penurunan kesadaran, dan meninggal mendadak. Hipoglikemi sering membuat anak emosional, lelah, keringat dingin, pingsan, dan kerusakan sel permanen sehingga mengganggu fungsi organ dan proses tumbuh kembang anak.

Penyakit jantung koroner, gagal ginjal, kebutaan, mati rasa, atau meninggal di usia dewasa muda merupakan komplikasi kronis penyakit diabetes yang biasanya terjadi setelah anak jadi remaja.

Gejala Penyakit Diabetes Pada Anak

Saat ini jumlah penderita penyakit diabetes meningkat secara drastis. Bahkan anak-anak pun dapat terserang penyakit ini. Sebagian besar anak-anak menderita penyakit diabetes tipe 1 yang dapat berubah menjadi diabetes tipe 2 apabila tidak terdeteksi gejalanya secara dini.

Berikut adalah gejala dini penyakit diabetes pada anak santara lain :

  1. Mudah Haus

Salah satu gejala umum dari penyakit diabetes pada anak adalah rasa haus yang meningkat. Hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan kadar gula darah. Mereka juga akan lebih suka mengonsumsi minuman dingin yang manis.

  1. Sering Buang Air Kecil

Karena mereka sering minum, maka anak-anak juga akan sering buang air kecil.

  1. Selalu Lapar

Selain sering haus, anak-anak juga akan mudah lapar. Sebab tidak adanya insulin untuk mentransfer gula di dalam tubuh sehingga proses ini akan menghabiskan energi mereka dan membuat cepat lapar.

  1. Penurunan Berat Badan Yang Tidak Sehat

Meskipun sering makan, namun anak-anak yang menderita penyakit diabetes akan cenderung kehilangan berat badan secara drastis.

  1. Selalu Lelah

Seorang pasien penyakit diabetes juga akan mudah lelah sebab energi mereka terpakai untuk mentransfer gula ke sel tubuh.

  1. Masalah Penglihatan

Karena kadar gula darah cukup tinggi, maka cairan di dalam tubuh pun akan meningkat. Termasuk cairan di dalam mata mereka. Hal inilah yang kemudian dapat menyebabkan masalah penglihatan.

  1. Infeksi Ragi

Gejala penyakit diabetes juga dapat menyebabkan infeksi ragi organ vital anak-anak terutama anak perempuan. Hal ini pulalah yang akan menyebabkan ruam popok.

  1. Masalah Perilaku

Gejala penyakit diabetes mampu mempengaruhi perilaku anak. Mereka jadi mudah labil dan mudah merasa jengkel. Hal ini terjadi karena peningkatan kadar gula darah yang tinggi.

Apakah Anda menemukan gejala tersebut di dalam tubuh buah hati Anda? Jika Anda menemukannya, sebaiknya segera berkonsultasilah pada dokter.

Mencegah Penyakit Diabetes Pada Anak

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah si kecil dari penyakit diabetes, diantaranya:

  • Menerapkan pola hidup sehat.
  • Mengatur pola makan yang seimbang dan tidak berlebihan gula.
  • Kurangi makanan junk food dan minuman bersoda.
  • Ajarkan si kecil untuk rutin berolahraga secara teratur.

Yang tidak kalah penting adalah para orang tua perlu memberi contoh dan inspirasi bagi si anak bagaimana menjaga kesehatan tubuh, dan tidak mengkonsumsi jenis makanan apapun secara berlebihan.

Memang tidak mudah melatih anak dengan pola makan sehat, apalagi sebagian besar anak ‘bermusuhan’ dengan sayuran, terutama yang berwarna hijau. Sebagai solusi, mungkin Anda dapat mengajarinya tentang berbagai manfaat sayuran bagi kesehatan tubuhnya, tentunya dengan cara belajar yang menyenangkan. Membentuk buah dan sayuran dalam bentuk yang lucu dan unik juga dapat menggugah seleranya untuk mencoba.

Latih anak untuk melakukan olahraga secara teratur, misalnya bersepeda atau berenang. Terutama pada anak penderita diabetes tipe 2, olahraga sangat penting untuk membantu menurunkan berat badannya. Supaya anak lebih bersemangat, mungkin Anda bisa memberikan hadiah sepeda baru dengan warna yang menjadi favoritnya.

Penyakit Diabetes Pada Anak

Leave a Reply

*

1
×
Assalamu'alaikum.... ada yang bisa kami bantu ? :)