was successfully added to your cart.

Sakit Diabetes Insipidus

By June 3, 2014 Uncategorized

Sakit Diabetes Insipidus

Sakit Diabetes insipidus adalah penyakit yang ditandai dengan pengeluaran urin yang berlebih. Penyebab diabetes insipidus yaitu kekurangan ADH. Kurangnya ADH mengakibatkan peningkatan pengeluaran urin, peningkatan dehidrasi pada penderita, rasa haus terus-menerus dan tekanan darah rendah.

Diabetes diatasi dengan pemberian ADH sintetis melalui suntikan, dihirup atau tablet. Penyebab sakit diabetes insipidus yaitu ketidakmampuan pankreas menghasilkan insulin. Hormon insulin merupakan hormon yang menurunkan kadar gula dalam darah. Secara normal, kadar yang tinggi dalam darah (misalnya sesudah makan) akan dinormalkan kembali oleh insulin.

Sakit Diabetes insipidus dipakai untuk menjelaskan keadaan-keadaan di mana fungsi konservasi air oleh ginjal tidak memadai sehingga timbul poliuria dan perasaan haus sekunder, baik karena insufisensi vasopresin (diabets insipidus sentral), ataupun suatu keadaan ginjal yang tidak responsif terhadapa vasopresin (diabetes insipidus nefrogenik). Pada kedua keadaan ini, reabsorpsi air berkurang di sepanjang nefron distal, karena gerakan pasif air dari tubuli ke interstisium meduler bagian luar dan dalam yang hipertonik adalah lambat.

Meskipun kecepatan gerakan air keluar dari duktus kolektivus adalah lambat untuk perbedaan osmotik yang diberikan antara lumen tubulus dan cairan interstisial, cairan yang mencapai duktus koletivus sangat encer dan dalam volume yang sangat besar di mana jumlah air yang mencapai medula bagian dalam lebih banyak dari normal dan cairan-cairan dari medula terkikis ke dalam vasa rekta. Pembersihan tidak lengkap; meskipun pemberian vasopresin dapat membentuk air kemih yang pekat, osmolalitas kemih maksimal yang dicapai masih di bawah normal.

Sakit Diabetes insipidus peka vasopresin (sentral) dapat terjadi idiopatik atau sekunder terhadap hipofisektomi atau trauma atau sebab neoplastik, inflamasi, vaskuler atau infeksi. Sakit Diabetes insipidus idiopatik juga dapat diwariskan secara dominan autosomal bamun lebih sering timbul sporadik dan pada masa kanak-kanak. Pada kedua bentuk diabetes insipidus dapat ditemukan kerusakan selektif dari neurin penghasil vasopresin pada nukleus supraoptik.

Sakit Diabetes insipidus nefrogenik jarang terjadi familial dan kongenital, kondisi ini biasnaya bersifat didapat hiperkalsemia dan nefropati hipokalemik merupakan penyebab diabetes insipidus nefrogenik yang dapat dipulihkan kembali. litium karbonat, anestesi dengan metoksifluran dan demeklosiklin dapat juga menimbulkan diabetes insipidus nefrogenik.

Sakit Diabetes Insipidus

Sakit Diabetes Insipidus

Sakit Diabetes Insipidus Nefrogenik ( DIN ) dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu

  1. Penyakit ginjal kronik
  • Penyakit ginjal polikistik
  • Medullary cystic disease
  • Pielonefretis
  • Obstruksi ureteral
  • Gagal ginjal lanjut

2. Gangguan elektrolit

  • Hipokalemia
  • Hiperkalsemia

3. Obat –obatan

  • Litium
  • Demoksiklin
  • Asetoheksamid
  • Tolazamid
  • Glikurid
  • Propoksifen

4. Penyakit sickle cell

5. Gangguan diet

6. Tubercolosis

TANDA DAN GEJALA

Sakit Diabetes insipidus dapat timbul secara perlahan maupun tiba tiba pada segala usia. Keluhan dan gejala utama diabetes insipidus adalah poliuria dan polidipsia. Jumlah produksi urin maupun cairan yang diminum per 24 jam sangat banyak. Selain poliuria dan polidipsia, biasanya tidak terdapat gejala-gejala lain, kecuali bahaya baru yang timbul akibat dehidrasi yang dan peningkatan konsentrasi zat-zat terlarut yang timbul akibat gangguan rangsang haus. Sehingga kompensasi hilangnya cairan melalui air kemih, penderita bisa minum sejumlah besar cairan (3,8-38 L/hari) jika kompensasi ini tidak terpenuhi maka dengan segera akan terjadi dehidrasi yang menyebabkan tekanan darah rendah dan syok, penderita terus berkemih. Keluhan dan gejala utama sakit diabetes insipidus adalah :

  1. Poliuri 5-15 liter / hari
  2. Polidipsi
  3. Berat jenis urine sangat rendah 1001-1005/50-200 miliosmol/kg BB
  4. Peningkatan osmolaritas serum > 300 m. Osm/kg
  5. Penurunan osmolaritas urine < 50-200m. Osm/kg

Ada beberapa pemeriksaan pada Sakit Diabetes Insipidus, antara lain: Pemeriksaan yang paling sederhana dan paling dapat dipercaya untuk diabetes insipidus adalah water deprivation test. Selama menjalani pemeriksaan ini penderita tidak boleh minum dan bisa terjadi dehidrasi berat. Oleh karena itu pemeriksaan ini harus dilakukan di rumah sakit atau tempat praktek dokter. Pembentukan air kemih, kadar elektrolit darah (natrium) dan berat badan diukur secara rutin selama beberapa jam. Segera setelah tekanan darah turun atau denyut jantung meningkat atau terjadi penurunan berat badan lebih dari 5%, maka tes ini dihentikan dan diberikan suntikan hormon antidiuretik. Diagnosis sakit diabetes insipidus semakin kuat jika sebagai respon terhadap hormon antidiuretik:

  1. pembuangan air kemih yang berlebihan berhenti
  2. tekanan darah naik
  3. denyut jantung kembali normal.

Apapun pemeriksaannya, prinsipnya adalah untuk mengetahui volume, berat jenis, atau konsentrasi urin. Sedangkan untuk mengetahui jenisnya, dapat dengan memberikan vasopresin sintetis, pada Diabetes Insipidus Sentral akan terjadi penurunan jumlah urin, dan pada Diabetes Insipidus Nefrogenik tidak terjadi apa-apa.

 

Sakit Diabetes Insipidus

 

Leave a Reply

*

1
×
Assalamu'alaikum.... ada yang bisa kami bantu ? :)